Covid-19 Menurun, Buleleng Longgarkan Jam Malam, Perketat Pelabuhan

Covid-19 Menurun, Buleleng Longgarkan Jam Malam, Perketat Pelabuhan
PIMPIN RAPAT - Bupati Putu Agus Suradnyana saat memimpin rapat pembahasan vaksin.

Singaraja, DENPOST.id

Seiring gencarnya vaksinasi dan meningkatnya kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng, menurun. Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Kamis (10/6/2021). Melihat perkembangan positif tersebut, Agus Suradnyana pun mengambil beberapa kebijakan strategis.

Di antaranya melakukan relaksasi atau melonggarkan jam malam hingga pukul 23.00 Wita. Menurutnya, perpanjangan jam operasional usaha akan berdampak baik untuk ekonomi masyarakat. ”Pelonggaran jam malam ini untuk orang-orang yang berjualan dan operasional usaha,” katanya.

Selain perpanjangan jam malam, Agus Suradnyana tetap memperketat keluar-masuknya penduduk khususnya di pelabuhan. Hal ini untuk membantu mencegah kasus-kasus dari luar daerah. “Pengawasan dilakukan pada pelabuhan-pelabuhan yang berpotensi sebagai akses masuk ke Buleleng. Di sana juga akan dibuatkan posko. Seperti di Sangsit, akan kita buatkan posko. Lengkap dengan tes cepat Antigen,” paparnya.

Agus Suradnyanya juga tiada henti mengingatkan agar masyarakat senantiasa taat prokes 6 M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Baca juga :  Desa Adat Buleleng Cek Krama Gunakan Masker

Lebih lanjut dikatakan, hingga kini, ada 103 dari 148 desa di Kabupaten Buleleng yang termasuk ke dalam zona hijau PPKM Mikro. Selama satu minggu terakhir tidak ada pasien orang tanpa gejala-gejala ringan (OTG-GR) yang menempati hotel yang menjadi tempat isolasi terpusat. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Kabupaten Buleleng juga disebutkan terjaga di bawah 20 persen, bahkan mencapai 8,02 persen pada Rabu, 9 Juni 2021.

Baca juga :  Di Denpasar, Cakupan Vaksin Rabies Baru 28,27 Persen

Sementara terkait vaksinasi, menindaklanjuti arahan Gubernur Bali, Agus Suradnyana yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 menargetkan bahwa 70 persen masyarakat Buleleng tervaksinasi hingga akhir Juli 2021. Target ini, sejalan dengan target Pemerintah Pusat bahwa 70 persen penduduk Bali harus sudah divaksinasi hingga akhir Juli 2021.

Ditambahkannya, ada perubahan signifikan menyangkut cara dan jumlah vaksinasi. “Buleleng diberikan vaksin secara terus-menerus. Dengan begitu, Satgas Penanganan Covid-19 merumuskan langkah-langkah yang lebih mudah untuk mendistribusikan vaksinnya,” jelasnya.

Baca juga :  Pasien Covid-19 Meninggal di Jembrana Meningkat, Ini Faktanya

Sebelumnya, pada Senin (7/9) lalu, Buleleng menerima kembali pasokan vaksin Astrazeneca sebanyak 50.000 dosis. Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng akan kembali melakukan vaksinasi terfokus atau tuntas di kecamatan. Seperti sebelumnya, vaksinasi tuntas telah dilakukan di Kecamatan Buleleng. “Kalau tersebar, rancu nanti pada penyuntikkan dosis keduanya. Jadi kita rencanakan fokuskan di Kecamatan Gerokgak dan Seririt dulu misalnya,” pungkasnya. (111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini