Lagi, Dua Bayi Hyena Lahir di Bali Safari, Bukti Nyata Keberhasilan Konservasi

Konsep Otomatis
HUNI BALI SAFARI - Satu dari empat bayi hyena belang yang kini menghuni Bali Safari Park, Gianyar. Keempatnya terdiri atas dua betina, Manama dan Adiiya, serta dua jantan, Hamad dan Riffa. (DenPost.id/ist)

Gianyar, DenPost.id

Sudah dua tahun, empat hyena belang menghuni Bali Safari Park, Gianyar. Keempatnya terdiri atas dua betina, Manama dan Adiiya, serta dua jantan, Hamad dan Riffa. Keempatnya kini menjadi idola pengunjung Bali Safari Park, bagian dari Taman Safari Indonesia Group.

Bali Safari Park juga sebagai lembaga konservasi satwa pertama di Bali yang punya satwa asal Afrika ini. Akhir tahun 2020, tepatnya Oktober, bayi hyena betina lahir dengan sehat di Bali Safari. Istimewanya, aktris Indonesia, Jessica Iskandar, memberikan nama Mooi bagi bayi hyena tersebut. Kata Mooi diambil dari bahasa Belanda yang artinya cantik. Mooi lahir dari pasangan indukan Manama dan pejantan, Riffa.

Pada 28 April 2021 kembali lahir dua bayi hyena jantan dari pasangan indukan, Adiiya, dan pejantan, Hamad. Kedua bayi jantan ini diberi nama A’ali dan Amman oleh tim satwa Bali Safari.

Menurut dr. Yohana Kusumaningtyas, dokter hewan senior Bali Safari, dua bayi hyena yang masih berusia satu bulan ini, kini dirawat secara intensif oleh tim dokter. Pasalnya, setelah enam hari lahir, ASI ibu Adiiya tidak mencukupi kebutuhan anaknya. Sebagai gantinya, bayi-bayi hyena mendapat susu formula setiap 4 jam.

Baca juga :  Menlu Jepang Beri Penghargaan kepada Ibu Keiko Mandera, Suteja Neka dan Agung Rai

 

Dosis susu formula kemudian disesuaikan dengan pertumbuhan dan hasil timbangan berat badan harian. Setelah dua minggu sejak lahir, matanya terbuka. Seminggu kemudian, giginya mulai tumbuh dan dia belajar berjalan. Baru setelah dia menginjak usia satu bulan diperkenalkan dengan makanan pendamping dengan susu.

Kelahiran bayi-bayi hyena ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Bali Safari. Menurut Asisten Kurator Bali Safari, Nyoman Suartawan, kelahiran bayi hyena merupakan hasil kerja keras semua pihak di Bali Safari, termasuk para penjaga satwa yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip konservasi satwa yang baik.

Baca juga :  Mudahkan Pelayanan Lewat Aplikasi Sibadai

Untuk ke depan, Nyoman Suartawan berharap lebih banyak lagi konservasi satwa di Bali Safari, baik endemik Indonesia maupun dari luar negeri. Keberhasilan konservasi hyena tentunya juga terwujud berkat dukungan masyarakat yang tidak pernah lelah mendukung konservasi satwai, dengan berkunjung ke Bali Safari Park.

‘’Bali Safari adalah salah satu lembaga konservasi terbesar di Indonesia, salah satu bagian dari Taman Safari Indonesia Group. Kami selalu mengedepankan kesejahteraan satwa. Lahirnya bayi hyena ini merupakan salah satu keberhasilan konservasi kami. Tentunya kami sangat bangga dengan hal ini,” ujar Jennifer Suryadi, General Manager Bali Safari.

Baca juga :  Pandemi, Lakalantas dan Kriminalitas di Gianyar Menurun

 

“Selain itu mudah-mudahan pengunjung bisa segera bertemu dengan bayi-bayi lucu yang menggemaskan ini. Pengunjung juga tidak perlu khawatir saat ke sini, karena kami selalu mematuhi dan menjaga protokol kesehatan. Pengunjung yang baru sampai di Bali Safari akan dicek suhu tubuh, kemudian diberikan handsanitizer. Selain itu tempat-tempat cuci tangan dan handsanitizer telah kami sediakan di setiap sudut area. Tim operasional kami yng menyebar di seluruh area senantiasa mengimbau pengunjung agar selalu mengenakan masker,” tandasnya. (yul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini