Modal Usaha Disokong BRI, Zetria Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Per Bulan

picsart 06 14 07.14.06
SUKSES - Berkat keuletan dan sokongan pinjaman dari BRI, Zetria kini sukses mengembangkan usaha kerupuk kulit khas Minang, Sumatera Barat.

Jakarta, DENPOST.id

Berani berubah dan berinovasi menjadi kunci sukses Zetria meraih keberhasilan dalam merintis usaha kerupuk kulit. Usaha kerupuk kulit dan kerupuk balado khas Minang yang dikembangkannya itu kini beromzet Rp 200 juta per bulan.

Perempuan asal Padang, Sumatera Barat ini mulai menjadi wirausaha mikro pada 2007, ketika dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta dan menyusul sang suami tinggal di Padang. Tak disangka, keputusan perempuan yang berusia 40 tahun ini justru bisa mengubah nasibnya menjadi pengusaha sukses kerupuk kulit.

Dia menuturkan, modal awal usahanya saat itu hanya Rp 50 ribu dan digunakan untuk membeli 15 kilogram kulit sapi sebagai bahan baku selama sepekan. Secara perlahan produksi kerupuk kulit besutan Zetria semakin meningkat dan berkembang hingga 70 kilogram per hari.

Melihat peluang usaha yang prospektif, Zetria memberanikan diri untuk mulai meminjam modal usaha ke BRI. Pada 2008, dia mendapat sokongan pinjaman sebesar Rp 30 juta dari BRI. “Saya pinjam pertama kali Rp 30 juta karena membutuhkan modal untuk membeli mobil biar memudahkan transportasi. Alhamdullilah saya sangat terbantu dengan pinjaman modal dari BRI,” ungkapnya.

Baca juga :  Kejar Peringkat Utama KLA, Pemkab Gianyar Gencar Koordinasi

Seiring perkembangan bisnis dan kelancaran pembayaran, pinjaman modal usaha terus bertambah hingga menjadi Rp 650 juta. Berkat keuletan dan kegigihannya, usaha Zetria terus berkembang.
Sadar perlunya variasi produk, pada 2011 Zetria berinovasi mengembangkan kerupuk balado khas Minang. Ini agar produk yang didagangkan tidak hanya melulu kerupuk kulit saja. Produk olahan kerupuk yang ditekuninya menjadi salah satu oleh-oleh khas Minang. Produk tersebut banyak dititipkan di warung-warung kecil, minimarket dan pusat oleh-oleh di Padang dan daerah sekitarnya.

Baca juga :  BRI Ajak Kadet 1947 Gelar Pameran Kreatif Dalam Negeri

Dalam sehari dia mampu memproduksi hingga 10 ribu bungkus kerupuk kulit dan kerupuk balado. Harga kerupuk jualannya bervariasi, dipasarkan mulai Rp 1.000-an per bungkus hingga ada juga yang Rp 40.000-an per bungkusnya, tergantung kebutuhan pelanggan.

Berkat keuletan dan kegigihannya, Zetria meraih omzet mencapai Rp 200 juta per bulan. Bahkan cuan bisa bertambah lagi ketika permintaan sedang ramai.

Dalam menjalankan usahanya, Zetria mempekerjakan 15 orang yang berasal dari sekitar rumahnya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan pekerja perempuan. Keputusan tersebut juga karena Zetria ingin memberdayakan perempuan yang ada di daerah sekitarnya yang tidak memiliki pekerjaan.

“Saya ingin memberdayakan perempuan sekitar seperti janda-janda, atau yang belum menikah makanya pekerja saya didominasi kaum perempuan,” tuturnya.
Para pekerja tersebut biasanya digaji harian, dengan nominal yang bervariasi. Semua tergantung dengan kemampuan pekerja dalam mengejar target membungkus kerupuk.

Baca juga :  ‘’Serbuan Vaksinasi’’ di RS TNI AU Sam Ratulangi Ramah bagi Opa-Oma

Lebih lanjut Zetria mengungkapkan, saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, usahanya tidak terlalu terdampak karena produk yang dijualnya tetap banyak yang membutuhkan untuk dikonsumsi.
Tantangan yang dihadapi dalam usaha kerupuk kulit ini lebih pada ketersediaan bahan baku kulit sapi. Dia kerap mengalami kesulitan ketika bahan baku kulit sapi jarang di pasaran. Kalaupun ada, kualitasnya kurang sesuai harapan.

Usaha kerupuk kulit yang dirintisnya kini telah membuahkan hasil. Selain menambah penghasilan keluarga, Zetria kini mampu membeli ruko dan rumah petak sebanyak 12 unit serta 2 unit mobil. Selain keberanian dan kreativitas dalam berinovasi, dukungan dari keluarga dan BRI dari sisi permodalan, saat ini membawa Zetria menikmati buah sukses dari usahanya yang maju dan berkembang. (*/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini