Kasus Covid-19 Didominasi Duktang, Lurah Minta Warga Aktif Melapor

Konsep Otomatis
VAKSINASI - Vaksinasi yang digelar di salah satu mall di Kuta yang disambut antusias masyarakat. DENPOST.id/ist

Kuta, DENPOST.id

Sempat nol kasus Covid-19, kasus baru kembali muncul di Kelurahan Kuta. Dari 5 kasus yang ada, semuanya dialami warga non-permanen atau penduduk pendatang dan wisatawan domestik. Hal itu diungkapkan Lurah Kuta, Ketut Suwana, Senin (21/6/2021). Terkait hal ini, Suwana mengingatkan bagi warga pendatang yang datang ke Kuta agar proaktif melapor ke lingkungan masing-masing atau ke kelurahan. Selain itu, penanggung jawab atau yang menampung juga diminta berperan melaporkan yang diajak.

Baca juga :  Hilang Dihantam Ombak, Pemancing Ditemukan Meninggal

Melihat kondisi tersebut, Suwana menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau puskesmas. Jika memungkinkan dilakukan tes cepat antigen kepada warga pendatang yang masuk ke Kuta. “Mungkin nanti tempatnya di kelurahan, karena kebetulan dekat dengan Puskesmas dan Gedung Lotring sebagai tempat vaksinasi,” katanya.

Selain itu, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar sidak penduduk nonpermanen untuk mendata keberadaan mereka terutama yang baru tiba di Kuta. Sejauh ini, sambung dia, disiplin warga Kuta sudah cukup tinggi dalam mengikuti protokol kesehatan. Terbukti tidak ada warga lokal yang terjangkit belakangan ini. “Mudah-mudahan hal ini bisa dipertahankan sehingga pariwisata bisa segera dibuka. Apalagi 90 persen lebih warga Kuta sudah divaksin,” ucapnya.

Harapan senada disampaikan salah seorang anggota DPRD Badung asal Kuta, Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Dengan disiplin warga Kuta yang sudah cukup tinggi, pengawasan atau penerapan ptotokol kesehatan di pintu perbatasan masuk Kuta diharapkannya bisa diperketat. Dengan begitu, warga nonpermanen ataupun wisatawan domestik yang masuk ke Kuta benar-benar terseleksi dalam prokes ketat. Dia juga sependapat perlunya tes cepat di Kelurahan untuk warga nonpermanen yang baru datang. Hal ini bisa difasilitasi pemerintah, misalnya memberikan subsidi biaya tes antigen sehingga bisa meringankan. “Dengan begitu displin warga yang sudah taat dengan prokes akan sejalan dengan warga nonpermanen atau wisdom yang juga discreening dengan ketat,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Kembali Terapkan Aturan Baru

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini