Agar Terima Manfaat, BP Jamsostek Ingatkan Pekerja Pariwisata Tetap Bayar Iuran

Agar Terima Manfaat, BP Jamsostek Ingatkan Pekerja Pariwisata Tetap Bayar Iuran
SANTUNAN - BP Jamsostek menyerahkan santunan kematian kepada pesertanya.

Tanjung Bungkak, DENPOST.id

BP Jamsostek Cabang Bali Denpasar menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM)  kepada dua peserta BP Jamsostek yakni Ketut Sudarwanto dan I Nyoman Susila. Peserta merupakan anggota DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia Bali yang terdaftar pada bulan Oktober 2020 dan Maret 2021. Masing-masing berhak mendapatkan santunan dari program Jaminan Kematian BP Jamsostek Rp 42.000.000 berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019.

Kepala BP Jamsostek Cabang Bali Denpasar, Opik Taufik, mengungkapkan, BP Jamsostek berusaha selalu hadir memberikan manfaat bagi para pekerja. Pembayaran santunan ini, kata dia, sekaligus menjadi bukti pentingnya menjadi peserta BP Jamsostek. Sejalan dengan itu, untuk menerima manfaat program BP Jamsostek, peserta diharapkan tetap membayar iuran.

Baca juga :  Bea-Cukai Musnahkan Barang-barang Ilegal, Bernilai Miliaran Rupiah

“Kontinuitas pembayaran iuran juga diharapkan dapat dijaga, sehingga tidak ada peserta yang tidak mendapatkan perlindungan karena masa kepesertaannya tidak aktif,” ungkapnya, Selasa (22/6/2021) di sela penyerahan santunan.

Opik Taufik  menyampaikan agar perusahaan dapat terus memberikan perlindungan bagi seluruh anggotanya dengan mendaftarkan sebagai peserta BP Jamsostek. Keberlanjutan masa kepesertaan agar dapat dijaga sehingga seluruh anggota HPI dapat bekerja dengan tenang karena sudah terlindungi oleh BP Jamsostek.

Baca juga :  Balai Bahasa Serahkan Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah 2020

Sementara di tempat sama, Ketua DPD HPI Bali, Nyoman Nuarta, berterima kasih kepada BP Jamsostek, karena setidaknya dapat membantu keberlanjutan hidup keluarga peserta. Nuarta juga mengungkapkan HPI Bali akan terus menjalin kerjasama dengan  BP Jamsostek dalam hal kepesertaan sehingga seluruh anggota HPI Bali tetap mendapat perlindungan dari risiko-risiko pekerjaan.

“Dari 6.076 anggota kami, hampir 95 persen sudah menjadi peserta BP Jamsostek. Terkait  regulasi batas usia 60 tahun sekarang sudah ada aturan dari  BP Jamsostek bahwa usia pendaftar pertama sampai 65 tahun. Yang jelas kami melihat program ini luar biasa, sangat membantu pekerja,” ucapnya. (106)

Baca juga :  Kadisbud Bali Jabat Rektor ISI Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini