Pancing Pembeli, Harga Kuliner di PKB Tak Lagi Mahal

Pancing Pembeli, Harga Kuliner di PKB Tak Lagi Mahal
KULINER - Warung Men Iluh salah satu kuliner yang selalu hadir saat PKB. Warung ini ikut di PKB sejak enam tahun lalu.

Sumerta, DENPOST.id

Harga mahal menjadi identitas kuliner di Pesta Kesenian Bali (PKB). Tapi itu tidak terjadi pada PKB ke-43 Tahun 2021 ini. Kunjungan ke PKB yang jauh dari harapan, membuat pedagang berlaku rasional dengan menurunkan harga makanan. Seperti dilakukan Putu Darsana, pengelola Warung Men Iluh.

“Untuk menyiasati ajang PKB 2021 (berlangsung virtual), kami juga berjualan secara online dan harga juga kita siasati dengan tidak begitu mahal. Terjangkau untuk situasi sekarang, untuk menengah ke bawah,” ujarnya ketika diwawancarai, Rabu (23/6/2021) di warungnya.

Baca juga :  Kasus Dugaan Penistaan Agama Viral, Yayasan Keris Bali Datangi Polda, Prajaniti Melapor

Penyesuaian harga itu dia terapkan terhadap menu sate ketupat, yakni sate babi dengan tipat. Jika sebelumnya sate porsi dibandrol Rp 20 ribu, kini bisa pesan di bawah harga itu. Intinya harga bisa disesuaikan dengan keinginan konsumen.

“Ibu, bapak mau beli yang berapa, apa Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, kita akan layani. Kita lebih fleksibel soal harga saat ini. Saat normal, kita memang bermain harga,” tuturnya yang keseharian juga berjualan di tempat itu.

Baca juga :  Gubernur Koster  Optimistis Bali Segera PPKM Level I

Kendati harus menurunkan harga, dia berupaya tetap menjaga kualitas rasa dan bahan baku dari kulinernya. Pembeli pun berasal dari berbagai kalangan, ada masyarakat luar kota yang berkunjung ke PKB, ada pula pelanggannya.

Pada saat kunjungan pejabat, para sopir-sopir pejabat sebagian besar berbelanja di tempatnya. Sebelumnya, warungnya juga dikunjungi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putu Putri Suastini Koster. “Walaupun pengujung PKB sepi, tapi harga dan cita rasa kami masih cocok dengan lidah orang Bali,” katanya. Dia mengakui kondisi ini cukup berpengaruh kepada pendapatan warungnya.

Baca juga :  Tanah Milik Pemerintah Ditempati Duktang, LPM Renon Geram

Jika normal, kunjungan PKB yang mencapai puluhan ribu orang menjadi pangsapasarnya. Namun saat ini sangat jauh merosot. Dalam satu hari, warung yang ia kelola bersama keluarga hanya berpenghasilan Rp 200 ribu-Rp 300 ribu.

Dia berharap kondisi ini segera berlalu, sehingga penjualannya kembali lancar. Sejalan dengan itu, dirinya juga menyediakan layanan transaski nontunai dengan aplikasi QRIS. Guna mencegah penularan Covid-19, pihaknya juga telah menyediakan sarana cuci tangan di tempat strategis. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini