Kendalikan Inflasi, Pemkot Petakan Tiga Solusi

picsart 06 24 09.18.46
PENGENDALIAN INFLASI - Tim Pengendalian Inflasi Kota Denpasar menggelar rapat untuk memetakan solusi menjaga pasokan pangan di Denpasar.

Sumerta, DENPOST.id

Pemerintah Kota Denpasar berupaya optimal dalam menjalankan fungsi pengendalikan inflasi daerah di tengah pandemi Covid-19.
Itu dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar, Rabu (23/6/2021) di Ruang Rapat Praja Utama, Kantor Walikota Denpasar.
Rapat dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia, S. Donny H. Heatubun dan juga dihadiri oleh Eman Sulaeman, Kepala BPS Kota Denpasar serta diikuti oleh seluruh anggota TPID Kota Denpasar.

Arya Wibawa menerangkan, terdapat tiga solusi yang telah dipetakan. Yakni menjaga rantai pasokan barang dan jasa, perlunya menjaga daya beli masyarakat, dan menjaga keseimbangan suplai dan demand terutama pada komoditas pangan yang mengalami kenaikan di tengah penurunan daya beli masyarakat.

Baca juga :  PPKM Berbasis Mikro di Denpasar Diperpanjang Dua Minggu

Dia mengapresiasi Bank Indonesia dalam melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan pengendalian inflasi di daerah dan harapannya sinergi daerah dengan para pemangku kepentingan dapat terjaga.

Pada kesempatan tersebut, Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun menilai komitmen Kepala Daerah atas pelaksanaan program pengendalian inflasi di daerah serta sesuai dengan arahan Kementerian Koordinator Perekonomian selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

Selanjutnya, Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memaparkan, pertama kondisi perekonomian nasional, Bali dan kota Denpasar, kedua perkembangan inflasi dan ketiga, perkembangan harga pangan strategis dan neraca pangan serta beberapa rekomendasi bagi upaya pengendalian inflasi kota Denpasar.

Baca juga :  PWI dan SMSI Bali Temui Kadis Kominfos, Ini yang Dibahas

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I 2021 terkontraksi -9,85% (yoy), meski sedikit membaik dibanding triwulan IV 2020 yang tercatat -12,21% (yoy).

Bank Indonesia merekomendasikan sejumlah kebijakan untuk pengendalian inflasi serta pemulihan ekonomi Denpasar ke depan yaitu, akselerasi pembangunan di sektor hilir dan industri kreatif, pemanfaatan pekarangan rumah penduduk untuk penanaman komoditas hortikultura,
mendorong kerja sama antar daerah, mendorong pembentukan BUMD pangan dan pemanfaatan aplikasi SiGapura untuk mendukung informasi simetris bagi konsumen dan edukasi belanja bijak.

Baca juga :  Pertahankan Netralitas, Tentara Diminta Tak "Like" Paslon di Sosmed

Senada dengan asesmen Bank Indonesia, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A.G.Bayu Brahmasta, mengatakan, penanaman komoditas hortikultura seperti cabai di pekarangan rumah penduduk telah dilakukan di kawasan kota Denpasar.
“Cabai yang ditanam di pekarangan lebih tahan akan hujan dibandingkan yang ditanam di lahan yang luas”, tambahnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan pentingnya kerjasama antardaerah dalam menjamin kelancaran dan ketersediaan pangan di kota Denpasar.

Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Denpasar, A.A. Gede Risnawan, menegaskan pentingnya mendorong MoU kerjasama antar daerah serta industri kreatif merupakan langkah strategis guna mendorong pemulihan ekonomi Denpasar dan upaya pengendalian inflasi di kota Denpasar. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini