Kembali Mangkir, Dua Pemilik Usaha akan Dijemput Paksa

0
13
Kembali Mangkir, Dua Pemilik Usaha akan Dijemput Paksa
KEMBALI MANGKIR – Pemilik usaha ayam potong, Husnan (belakangi kamera) kembali absen alias mangkir di sidang tipiring di PN Denpasar, Jumat (25/6/2021).

Lumintang, DENPOST.id

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bersama Satgas akan menjemput paksa pemilik usaha ayam potong, Husnan dan peternak babi, Kadek Mahayana Jl. Fujiyama, Lingkungan Semilajati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Barat (Denbar). Pasalnya kedua pengusaha tersebut kembali absen dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang digelar pada Jumat (25/6/2021).

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Ayu Indi Kosala Dewi, mengatakan, pihaknya berulangkali menghubungi kedua pembuang limbah ke sungai ini melalui telepon seluler untuk menghadiri sidang tipiring hari ini, tapi tidak aktif. “Kedua pemilik usaha ini sudah tahu diproses hukum dan membangkang tidak mengindahkan surat panggilan yang dilayangkan. Kami akan menghubungi HP-nya kembali Senin (28/6/2021) mendatang. Kalau tidak aktif terpaksa kita datang ke rumahnya bersama satgas dan aparat desa maupun kadus untuk memastikan kesediannya menghadiri sidang tipiring Rabu (30/6/2021) mendatang,’’ tegas Kosala Dewi.

Baca juga :  Tebing Longsor Timpa Pura Pancoran Dalang, Kerugian Capai Ini

Dia memastikan, pemerintah tidak main-main menegakkan aturan kepada pemilik usaha yang membuang limbah sembarangan ke sungai. Sebab, pencemaran lingkungan ini mengancam ekosistem sekitarnya dan diprotes warga sekitar. Ancaman dendanya menurut Kosala Dewi  maksimal Rp 50 juta.

”Ini merupakan sebuah pembangkangan terhadap pemerintah. Kedua pemilik usaha ini harus ditindak tegas untuk memberikan efek jera agar tidak meremehkan panggilan yang disampaikan DLHK,’’ ucapnya.

Baca juga :  DPRD Minta Pembangunan "Reservoir" Tegal Kertha Tak Ditunda

Dikatakannya, sudah dua kali pengusaha ini tidak memenuhi panggilan sidang. “Kita jadwalkan sidang Rabu mendatang. Kalau tidak hadir, tanpa peringatan lagi kita jemput paksa,’’ tegasnya.

Ditambahkannya, jika surat penggilan berikutnya diabaikan lagi, penanganan diserahkan ke Satpol PP Kota Denpasar untuk menghentikan segala aktivitas sekaligus menutup usaha tersebut. ”Kita hanya melakukan pembinaan kepada pengusaha agar mengikuti aturan. Kalau ada melanggar diproses ke tipiring. Sementara kewenangan menindak dan menutup usaha yang melanggar menjadi kewenangan Satpol PP,’’ jelasnya. (103)

Baca juga :  Empat Pegawai Positif Covid-19, Bagian Administrasi Pembangunan di Klungkung Tutup

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini