Gunakan “Kekuatan” Media, Rutgers Tingkatkan Sosialisasi HKSR

Gunakan “Kekuatan” Media, Rutgers Tingkatkan Sosialisasi HKSR
VIRTUAL – Peluncuran program “Rutgers Media Fellowship 2021” dilakukan secara virtual, Sabtu (26/6/2021).

Denpasar, DENPOST.id

Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) belakangan menjadi isu yang gencar digaungkan sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya oleh lembaga nonprofit, Rutgers WPF Indonesia. Selain melakukan sosialisasi secara langsung melalui perwakilan-perwakilan Rutgers dan lembaga-lembaga pemerhati HKSR dan Keluarga Berencana (KB), Rutgers WPF Indonesia juga meluncurkan program “Rutgers Media Fellowship 2021”. Rutgers Media Fellowship 2021 merupakan bagian dari Pertemuan Ilmiah Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang akan diselenggarakan secara virtual pada tanggal  28 Juni 2021 sampai 30 Juni 2021.

Dengan menggunakan “kekuatan” media, diharapkan para jurnalis dapat menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HKSR remaja di Indonesia. Hal itu dikatakan Amala Rahmah, Kepala Perwakilan Rutgers WPF Indonesia, dalam siaran persnya, Sabtu (26/6/2021). “Pengetahuan adalah kuasa. Media adalah entitas yang kuat untuk mempengaruhi dunia. Dan, ketika keduanya digerakkan oleh anak muda, maka harapan perubahan besar terbentang di depan untuk kesejahteraan generasi selanjutnya,” terangnya.

Baca juga :  Tekan Penyalahgunaan Narkoba, Penyuluhan Mesti Konsisten

Lebih lanjut dikatakan, Rutgers Indonesia mempertemukan ketiganya dalam satu forum dialog antara peneliti, pekerja media dan anak muda dari berbagai latar belakang yang terseleksi. ”Mempertemukan ketiga pihak ini bukanlah sekadar tentang penyelenggaraan kegiatan, tetapi adalah sebuah proses mengelola ilmu pengetahuan yang ilmiah cenderung eksklusif, menjadi sesuatu yang inklusif dengan bahasa yang sederhana, mudah diakses dan mudah dipahami,” paparnya.

Rutgers WPF Indonesia sendiri menurut Amala adalah sebuah organisasi yang berfokus pada isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Program “Rutgers Media Fellowship 2021” ini, kata Amala, merupakan kelanjutan dari “Rutgers Media Fellowship 2019” yang diselenggarakan bersamaan dengan acara International Conference of Indonesian Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) 2019 di Yogyakarta. “Kami berharap program ini dapat terus berlanjut untuk pengembangan kapasitas jurnalis, peneliti dan penggiat muda HKSR di Indonesia,” ucapnya.

Baca juga :  Peduli Yatim Piatu Alihkan Bantuan untuk Pencegahan Covid-19

Program-program Rutgers seperti Power to Youth, Generation Gender dan Righ Here Right Now II, lanjutnya, akan memastikan inklusifitas pengetahuan yang dapat dilakukan terus-menerus melalui berbagai jalur yang sesuai dengan kekayaan yang dimiliki anak muda di Indonesia.

Dia juga menyampaikan selamat kepada jurnalis yang terpilih mengikuti program yang akan dimulai pada bulan Juni 2021 dan akan berakhir pada Desember 2021. Mereka yang lolos adalah jurnalis dan penggiat Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) dari media nasional, media sub-nasional dan media komunitas.

Baca juga :  Di Denpasar, Pasien Sembuh 26 Orang dan 21 Terpapar

Sementara itu, terkait jangkauan informasi HKSR ini diakui Amala  memang belum secara massif dilakukan. Sejauh ini pihaknya lebih banyak memberikan edukasi ke kader-kader di puskesmas. Ke depan, dia sudah berencana melakukan pendekatan ke pemerintah, khususnya bidang pemberdayaan keluarga dan perempuan seperti PKK.

Hal senada disampaikan Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, selaku Ketua/Penanggung Jawab Pertemuan. Dikatakannya, selama ini informasi yang disampaikan masih terlalu formal. Namun dia mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan membahas terkait masalah HKSR ini. “Memang nanti tahun 2022-2023 dirancang sosialisasi melibatkan PKK, lurah, dan para pemangku kepentingan lainnya. Ini memang perlu dilakukan dan kami sedang diskusi bagaimana bentuk-bentuk intervensi ke instansi-instansi pemerintah yang bisa dilakukan,” tutupnya. (111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini