Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ruang Isolasi RSUD Buleleng Akan Ditambah

picsart 06 28 06.38.13
RUANG ISOLASI - Sekda Gede Suyasa, didampingi Direktur RSUD Buleleng, Putu Arya Nugraha, saat meninjau penambahan ruang isolasi, Senin (28/6/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng, ruangan untuk isolasi pasien yang bergejala sedang dan berat di RSUD Buleleng, akan ditambah. Ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru dalam penanganan Covid-19.

Dalam Inmendagri Nomor 13 tahun 2021, disebutkan bahwa pemerintah atau Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di daerah harus menguatkan kembali 3T, yani test, tracing, dan treatment. Penambahan ruang isolasi ini, selain untuk mengantisipasi lonjakan kasus, juga sebagai penguatan treatment atau penanganan pasien Covid-19, yang bergejala sedang dan berat.

Baca juga :  Tarif Pungutan Naik, Pedagang Pasar Seririt Protes

Sekretaris Daerah yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, Senin (28/6/2021) menjelaskan bahwa Inmendagri tersebut, diharapkan pemerintah dan satgas di daerah menambah ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Walaupun saat ini posisi kasus di Buleleng masih fluktuatif di satu sampai dua digit, antisipasi harus tetap dilakukan. Ketika diminta untuk menjaga tingkat keterisian tempat tidur supaya tetap sehat, makanya kita harus meperhitungkan peluang untuk terjadinya penambahan,” jelasnya.

Baca juga :  Pemprov Bali Terbuka Terapkan Tes Genose Bagi Wisatawan

Penambahan tempat tidur tersebut sudah disampaikan kepada Direktur RSUD Buleleng agar disiapkan. Setelah dibuatkan skema, ada potensi penambahan 20 tempat tidur. Dari 51 dimiliki saat ini, bisa menjadi 71 tempat tidur. Dari segi tingkat keterisian, itu persentasenya 11 persen. Besaran tersebut, sesungguhnya masih sangat aman.

Sementara Direktur RSUD Buleleng, Putu Arya Nugraha mengatakan sampai saat ini ruang isolasi tersedia sebanyak 51 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, terisi sebanyak 54 persen atau sekitar 26 tempat tidur. Dengan upaya maksimal yang dilakukan satgas, diharapkan tidak terjadi penambahan kasus lagi, sehingga keterisian tempat tidur dari ruang isolasi tersebut tidak bertambah. (118)

Baca juga :  Dikremasi, Jenazah Polisi Meninggal Saat Pengamanan Kunker Presiden

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini