LAGI, 9 WARGA TIHINGAN DIGIGIT ANJING RABIES

11 DESA DI KLUNGKUNG MASUK ZONA MERAH RABIES
VAKSINASI ANJING - Petugas melakukan vaksinasi anjing milik warga di Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, Senin (10/5/2021). DENPOST.id/dok

Semarapura, DENPOST.id

Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Kali ini, ada 9 warga di Dusun Penasan, Desa Tihingan yang digigit anjing rabies dalam waktu bersamaan pada Minggu (27/6/2021). Petugas dari bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Klungkung telah turun melakukan eliminasi terhadap 7 ekor anjing yang diduga tertular rabies, Selasa (29/6/2021).

“Anjing yang menggigit warga sudah diambil sampel otaknya dan dikirim ke Denpasar untuk uji lab, Senin (28/6/2021). Dan, hasilnya positif rabies,” ujar Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida.

Menurut Juanida,  pihaknya telah menerjunkan petugas Keswan ke Dusun Penasan. Tepatnya ke rumah milik Wayan Putra selaku pemilik anjing. Di hari itu, anjing peliharaan yang mulanya terdeteksi hanya menggigit empat orang warga tersebut langsung dieliminasi. Namun karena anjing yang menggigit warga positif rabies, petugas Keswan kembali turun menyisir anjing-anjing lain, utamanya yang sempat kontak dengan anjing positif rabies tersebut. Hasilnya, ada tujuh ekor anjing lagi yang dieliminasi.

“Sekarang teman-teman masih di sana (Dusun Penasan) melanjutkan eliminasi anjing yang masih satu tempat di sana. Eliminasi hari ini 7 ekor, kemarin satu, jadi 8 totalnya. Ternyata dari 7 ekor ini, info dari petugas enam ekor di antaranya ada di rumah itu (rumah pemilik anjing yang rabies). Jadi berisiko tinggi,” jelasnya.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Buleleng Meninggal

Selain melakukan penyisiran anjing, tim dari Dinas Pertanian juga menelusuri orang lain yang sempat tergigit. Mengingat informasi yang diperoleh, korbannya tidak hanya empat orang, melainkan ada korban lain yang tergigit tapi belum melapor kepada petugas ataupun pihak desa. Informasi itupun terbukti, rupanya setelah ditelusuri korban gigitan tidak hanya empat orang melainkan 9 orang.

“Semuanya merupakan warga di Dusun Penasan dan mereka tergigit di bagian kaki. Kita akan menelusuri lagi di Dinas Kesehatan adakah yang tergigit lagi,” katanya.

Baca juga :  Cegah Banjir di Songan, Bupati Bangli Bakal Bangun Tanggul

Juanida juga sangat menyayangkan, dalam waktu dua bulan, kasus rabies kembali muncul di Desa Tihingan. Apalagi jarak antara kasus terdahulu yakni Dusun Tihingan dengan kasus saat ini di Dusun Penasan cukup dekat. “Kemungkinan ini ada kaitan dengan kasus sebelumnya. Dalam rentang waktu dua bulanan masih bisa tertular dia (anjing rabies). Saat itu sudah kita lakukan vaksinasi emergency tapi saat itu mungkin  tidak ada di rumah pemiliknya,” imbuh Juanida. (119)

Baca juga :  Polda Bali Cek Kebersihan Lingkungan Polres Buleleng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini