Gara-gara Ini, Puluhan Warga Selat Datangi Kantor Desa

picsart 06 29 07.33.40
DATANGI DESA - Puluhan warga Selat, Susut, Bangli, saat mendatangi kantor desa setempat.

Bangli, DENPOST.id

Penanganan Covid-19 di Desa Selat, Susut, Bangli belakangan ini menjadi terkendala. Menyusul pembubaran dan pembentukan Satgas Covid-19 yang dinilai tanpa dasar yang jelas. Hal tesebut, dipicu lantaran adanya dualisme bendesa adat di desa setempat.

Buntut dari kondisi tersebut, sejumlah warga Banjar Selat Tengah dan Selat Kaja Kauh mendatangi Kantor Desa Selat, Selasa (29/6/2021).

Salah seorang tokoh masyarakat, I Ketut Ngenteg mengungkapkan kedatangan warga lantaran ingin mempertanyakan dan meminta ketegasan kepala desa (perbekel) setempat terkait pembubaran dan pembentukan Satgas clCovid-19 yang mereka nilai tanpa dasar dan surat keputusan yang jelas. “Yang dulu dari kepala desa yang lama sudah berdiri Satgas Covid-19. Sekarang karena ada kepala desa yang baru katanya ada dari kedinasan dan desa adat untuk bersinergi. Kalau untuk bersinergi kan dari dulu sudah antara dinas dan adat. Karena ini sudah berjalan, setelah adanya pergantian satgas hendak dibubarkan tapi pembubarannya tidak ada klarifikasi antara siapa yang mencabut dan surat keputusannya,” ungkapnya.

Ngenteg menyebutkan, jika warga di dua banjar tersebut merasa terganggu dengan pemasangan baliho imbauan penerapan prokes yang mencantumkan nama salah satu bendesa adat Desa Selat. Di mana, di desa setempat sedang terjadi konflik dualisme bendesa adat antara I Negah Mula dan I Ketut Pradnya, sehingga warga di dua banjar melarang pemasangan baliho tersebut .

Baca juga :  Bawa SS, Mantan Satpam Diborgol

“Mau dipasang tapi ada penundaan karena masih bermasalah. Karena ini masih ada konflik, lebih baik jangan mencantumkan nama bendesa adat. Jika ingin dicantumkan lebih baik keduanya,” sarannya.

Sementara Kepala Desa Selat, I Made Weda, mengaku terkejut didatangi puluhan warga ke kantornya. Sebab sebelumnya tidak ada pemberitahuan.

Terkait pembentukan satgas pihaknya mengaku sudah berkordinasi dengan Majelis Desa Adat. Hal itu menurutnya sudah sesuai surat edaran pembentukan Satgas Covid-19 desa dinas harus besinergi dengan desa adat. Sebab, desa adat mengolola APBD semesta dan anggaran tersebut dialokasikan untuk dana Covid-19. (128)

Baca juga :  Dua Warga Isoman di Mendoyo Dijemput untuk Isoter

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini