Jenazah Korban KMP Yunicee Tenggelam Diambil ASDP dan Keluarga

picsart 06 30 07.11.43
JENAZAH - Jenazah korban kapal tenggelam setelah berhasil dievakuasi kemudian diambil pihak keluarga dan ASDP.

Negara, DENPOST.id

Jenazah korban KMP Yunicee yang tenggelam di perairan Gilimanuk/Selat Bali mulai diambil pihak ASDP dan keluarga. Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Rabu (30/6/2021) pagi mengatakan, setelah sempat dibawa ke Puskesmas Gilimanuk, enam jenazah kemudian dibawa ke RSU Negara pada Selasa (29/6/2021) tengah malam.

Kemudian pada Rabu (30/6/2021) dini hari di kamar jenazah RSU Negara dilaksanakan serah terima jenazah korban tenggelamnya KMP Yunicee.
Perwakilan dari ASDP atas nama Hendra Fianne. S dari Gilimanuk mengambil dua jenazah. Jenazah yang diambil yakni Abdul Koyum yang beralamat di Desa Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya dan Ariana Niken, Pegawai Loket ASDP dari Kabat Banyuwangi.

Baca juga :  PNS Jembrana Disumpah Lewat Video Telekonferensi

Kemudian perwakilan keluarga AKP Zulfi dari Dit Reskrimsus Polda Bali, mengambil jenazah Diah Ari Meiyana (39) yang bekerja sebagai Perawat RSUD Karangasem untuk dibawa ke Karangasem.
Sedangkan jenazah yang belum diambil yakni Alfiah Putri Sugiarti (19) dari Sidakarya, Denpasar Selatan dan Sri Rahayu (66) dari Lingkungan Pertukangan Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara. Demikian juga jenazah laki-laki berbaju hitam, celana loreng, tanpa identitas juga masih berada di kamar jenazah RSU Negara.

Upaya evakuasi masih terus dilakukan petugas terhadap korban kapal tenggelam KMP Yunicee di Perairan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam.
Dari musibah tersebut ditemukan korban meninggal dunia 6 orang. Sejumlah korban selamat masih berada di Puskesmas Gilimanuk dan ada juga di Ketapang Banyuwangi.
Kapal tersebut katanya mengangkut 41 penumpang dengan 15 ABK dengan kendaraan 40 unit yang terdiri dari pikap sebanyak 17 unit, kendaraan kecil 17 unit, truk sedang 18 unit dan sepeda motor 3 unit.

Baca juga :  Bupati Jembrana Kembali Mengunjungi Warga Sakit

Kapal yang berlayar dari Ketapang ke Gilimanuk dengan nakhoda Indra Saputra itu sejatinya akan sandar. Namun diduga mengalami bocor, kemudian terseret arus dan tenggelam di perairan Pelabuhan Gilimanuk.
Lokasi Kejadian yaitu Selatan Perairan Pelabuhan Gilimanuk, Perkiraan LKP : 8° 10’26,56”S – 114°25’4218”T.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, juga sempat datang ke Gilimanuk dan meninjau proses evakuasi. Serta sempat membesarkan hati seorang korbal selamat bernama Aurel yang kehilangan orang tua/neneknya.
Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra juga mengunjungi Gilimanuk Selasa (29/6/2021) tengah malam.
Dikatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja agar korban memperoleh santunan. Demikian juga untuk korban selamat yang kini di Ketapang juga akan ditangani dan berkoordinasi dengan BPBD.
Adanya musibah kapal tenggelam ini akan dijadikan evaluasi untuk pelayanan jasa penyeberangan di Selat Bali ini. (120)

Baca juga :  Ingkar Janji, Yayasan Patria Usadha Diminta Kosongkan Aset Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini