MTI Minta Pemerintah Lakukan Investigasi KMP Yunicee

picsart 06 30 09.34.59
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali, I Made Rai Ridartha

Gianyar, DENPOST.id

Musibah di laut menimpa kapal KMP Yunicee, Selasa (29/6/2021) sekitar pukul 19.12 Wita, yang tenggelam di perairan Pelabuhan Gilimanuk. Kapal ini tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali, I Made Rai Ridartha, Rabu (30/6/2021) mengatakan pemerintah diharapkan segera melakukan investigasi terhadap penyebab tenggelamnya kapal KMP Yunicee.

Rai Ridartha mengungkapkan kapal KMP Yunicee berlayar dari dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Di mana, dekat pelabuhan terbawa arus ke selatan dari Pelabuhan Gilimanuk. Kapal KMP Yunicee miring dan langsung tenggelam di selatan Pelabuhan Gilimanuk.

Menurut Rai Ridartha, MTI tentu sangat menyayangkan tenggelamnya kapal KMP Yunicee. Untuk itu, MTI mendesak pemerintah segera melakukan investigasi apakah penyebab tenggelamnya kapal  KMP Yunicee tersebut karena faktor teknis atau karena faktor alam.

Baca juga :  Dewan Gianyar Setujui Ranperda APBD TA 2021 Jadi Perda

Ridartha memaparkan semua operator kapal termasuk kapal KMP Yunicee tentu sudah memahami arus laut rute penyebrangan Ketapang – Gilimanuk tersebut. “Operator sudah mengetahui arus laut. Kalau benar kapal terseret arus kejadian tenggelamnya kapal KMP Yunicee memang benar karena faktor alam,” katanya.

Untuk pembuktian kebenaran kapal KMP Yunicee tenggelam karena arus laut tentu harus melalui proses investigasi dan penyelidikan lebih lanjut. MTI tetap berharap hasil investigasi terhadap kapal KMP Yunicee bisa disampaikan ke masyarakat.   

Baca juga :  Mayat Mr. X Ditemukan Mengambang di Tengah Laut

Rai Ridartha menilai tenggelamnya KMP Yunicee wajib menjadi perhatian pemerintah. Ini juga untuk memastikan kapal penyeberangan yang lain telah melalui pemeriksaan dan memenuhi persyaratan layak layar. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam menentukan kapal memenuhi persyaratan layak layar. MTI selalu menekan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama untuk transportasi darat, laut dan udara.

Selain itu, perlengkapan kapal menyangkut keselamatan penumpang tidak boleh ada yang kurang dan diabaikan. Seperti baju pelampung harus disediakan dan mengkafer seluruh penumpang. Rai Ridartha berharap segala perlengkapan keselamatan penumpang harus dicek dan inspeksi secara kontinyu. (116)

Baca juga :  Gali Tanah, Warga Temukan Pretima Dalam Brankas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini