Kusnaidi, Sopir Truk Selamatkan Dua Penumpang

picsart 06 30 09.35.28
SELAMATKAN PENUMPANG - Kusnaidi (tidak pakai masker) korban kapal tenggelam yang menyelamatkan dua penumpang.

Negara, DENPOST.id

KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk/Selat Bali, Selasa (29/6/2021) malam.
Kapal yang dinahkodai Indra Saputra ini memuat 41 penumpang, 16 awak kapal dan 40 kendaraan itu diduga
terseret arus dan tenggelam di perairan Pelabuhan Gilimanuk.

Kapal tersebut tenggelam di Selatan Perairan Pelabuhan Gilimanuk, perkiraan LKP : 8° 10’26,56”S – 114°25’4218”T.
Kapal tersebut memiliki panjang 56,5 meter/ lebar 8,6 meter dengan warna putih strip merah biru. Kapal tersebut awalnya bergerak dari Ketapang menuju Gilimanuk. Ketika akan sandar terseret arus dan tenggelam.
Hasil evakuasi terkait tenggelamnya KMP Yunicee hingga, Rabu (30/6/2021 ) sore sebanyak 57 orang. Selamat 39 orang, meninggal tujuh orang dan masih dalam pencarian 11 orang. Upaya ini terus dilakukan dalam pengembangan evakuasi.
Lanal dan juga Basarnas serta BPBD tetap melakukan upaya pencarian, tentukan di mana titik tenggelam sudah ketahui, pihaknya akan terus melakukan pencarian.

Baca juga :  Pembuang Bayi di Semak-semak Ternyata Pembantu Rumah Tangga

Komandan Pangkalan TNI AL, Bali, Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, mengatakan kecelakaan ini memang ada 2 kemungkinan dari human eror dan lingkungan alam. “Sesuai informasi kami terima, kapal tersebut terseret ke selatan dengan kondisi black out mesin mati,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, kapal tidak bisa di kendalikan lagi, sehingga kapal tersebut miring dan tenggelam. “Memang arus di wilayah selatan ini sangat keras dan didukung dengan kondisi cuaca, jika mengacu sesuai aturan jika kapal tersebut mengganggu pelayaran kapal tersebut seharusnya diangkat menurut Undang-undang pelayaran,” katanya.

Musibah di Selat Bali, memunculkan sosok panyelamat Kusnaidi (42), sopir truk dari Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Pria tersebut, menyelamatkan dua orang penumpang kapal yang tenggelam, Selasa (29/7/2021).
Kendati ia sendiri harus berjibaku menyelamatkan dirinya sendiri, namun rasa kemanusiaannya begitu tinggi.
Kusnaidi menuturkan bahwa mengetahui kapal sudah mulai miring dan akan tenggelam, ia langsung meloncat ke laut.

Baca juga :  Patroli Bersama Imbau Pedagang Patuhi PPKM

Selain dirinya, banyak penumpang lainnya juga terjun ke laut. Ketika berenang di laut itu, ia berhasil menyelamatkan dua orang penumpang, yakni seorang anak perempuan (dari Kelurahan Loloan Barat, Kabupaten Jembrana) dan seorang bapak. Keduanya lemas terombang-ambing ombak dengan menggunakan pelampung.

Dia mengaku tidak panik. Begitu kapal mulai miring dia langsung terjun ke laut. Kejadian kapal dari mulai miring sampai tenggelam disebutnya berlangsung sangat cepat bahkan dalam hitungan detik. Saat berenang, katanya dia melihat ada benda seperti timba (ember) dan kemudian ia ambil sebagai pegangan untuk berenang. Saat berenang ia mendengar suara tolong-tolong, setelah didekati ternyata seorang anak. Anak yang memakai pelampung ini kemudian dia ikat ke badannya menggunakan tali pelampung dan kemudian berenang. Tidak jauh, ia kembali menemukan seorang lelaki dalam kondisi lemah menggunakan pelampung.

Baca juga :  Perpustakaan Klungkung Kurang Representatif

“Bapak ini mengaku tidak bisa renang. Kemudian dia saya ikat ke badan saya. Waktu itu saya berpikir, kalau mati biarlah kami bertiga mati,” ujar Kusnaidi, yang mengaku ke Banyuwangi untuk membeli alat-alat mobil.

Kemudian mereka bertiga diselamatkan nelayan. “Mungkin ada sekitar satu jam kami di laut,” ujarnya.

Dia berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Selat Bali. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini