Tahun 2022, Gubernur Berharap Seluruh Desa Gelar Bulan Bung Karno

Tahun 2022, Gubernur Berharap Seluruh Desa Gelar Bulan Bung Karno
Gubernur Bali, Wayan Koster

Sumerta, DENPOST.id

Gubernur Bali, Wayan Koster berharap tahun 2022 nanti semua desa di Bali bisa melaksanakan Bulan Bung Karno. Selain sebagai wujud penghormatan dan bhakti kepada Bung Karno, kegiatan yang dilaksanakan sampai di kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan ini juga bertujuan mulia.

Bagaimana pun penghormatan paling utama kepada Bung Karno adalah meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-citanya untuk Indonesia Raya. “Saya berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda, mari dengan suka cita memikul tanggung jawab ideologis ini,” ajak Koster sesaat sebelum membuka Bulan Bung Karno yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila di Taman Budaya, Art Center, Denpasar.

Untuk melaksanakan Bulan Bung karno tersebut, Koster mengajak pemerintah tingkat desa agar merancang segala sesuatunya. Komitmen untuk memperluas acara itu juga didasari tujuan penting lainnya. Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila, dan spirit perjuangan Bung Karno sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

Tema Bulan Bung Karno di Provinsi Bali tahun ini yakni Wana Kerthi: Taru Prana Bhuwana (pohon debagai nafas bumi), yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Dengan demikian politik green (hijau), politik yang pro-alam lestari, dengan pemanfaatan sepenuhnya energi terbarukan, energi ramah lingkungan, termasuk pola pembangunan yang senantiasa selaras dalam menjaga kesucian dan kelestarian hutan, keragaman hayati, serta ruang hijau, menjadi tekad dan ikrar ideologis bersama.

Baca juga :  Jumat, 141 Orang Positif Covid-19 dan Satu Pasien Meninggal di Denpasar

“Tidak boleh gentar, lemah, dan putus asa, betapa pun tantangan dan godaan hadir untuk membelokkan cita-cita ini. Kita harus tetap tegak demi kelangsungan harmoni alam, manusia, dan kebudayaan Bali,” beber Gubernur.

Bahwa alam, hutan, tumbuhan, dengan segala kekayaan hayati tidak saja menjadi sumber kehidupan, kesejahteraan, dan pengobatan, tapi juga sebagai sumber inspirasi untuk menata kehidupan sosial dan peradaban. Seperti Bung Karno melakukan perenungan dan merumuskan Pancasila sambil melihat, menatap, dan memasuki desa-desa di Indonesia, termasuk kala Bung Karno di pengungsian di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga :  Berani Tak Kenakan Masker di Badung, Ini Sanksinya 

“Bung Karno merenung di bawah pohon sukun, dan melihat energi supranatural bekerjanya Tri Murti pada dedaunan, pohon, dan dahan sukun. Begitulah harmoni tokoh besar bangsa ini dengan semesta raya. Energi yang dipancarkan alam adalah energi kehidupan dan keindahan bagi manusia,” katanya.

Karena itu pilihan tema Wana Kerthi menjadi kontekstual dan selaras, terlebih di tengah pandemi Covid-19, yang mana kembali ke alam, hutan, dan tetumbuhan sebagai sumber usadha-pengobatan. “Saya berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda, mari secara suka cita memikul tanggung jawab ideologis ini,” tandas Koster.

Tahun ini Bulan Bung Karno merupakan gelaran ketiga yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali. Untuk itu Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, Rabu (2/6/2021) menerangkan kegiatan ini diisi berbagai kegiatan yang sejalan dengan prioritas pembangunan Provinsi Bali.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah Satu Orang

Salah satunya lomba vlog penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan upacara Panca Yadnya di masa pandemi covid-19. “Ini menjadi salah satu kegiatan yang digelar dengan melibatkan krama desa adat se-Bali,” ujar Sudarsana.

Mengenai tema Wana Kerthi, Taru Prana Bhuwana ini berisikan tiga sub tema. Sub tema I yaitu berdaulat secara politik melalui sinergisitas penguatan desa adat dan desa dinas. Sub tema II yaitu berdikari secara ekonomi melalui penguatan UMKM, IKM, dan ekonomi kreatif. Sedangkan sub tema III yaitu berkepribadian dalam kebudayaan melalui pola hidup bersih dan sehat. Masing-masing sub diisi perlombaan mulai dari lomba vlog penerapan prokes Covid-19 dalam pelaksanaan upacara Panca Yadnya hingga lomba vlog pidato aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam tatanan pelaksanaan Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

“Lewat lomba ini, kami berharap kesehatan masyarakat semakin meningkat, ekonomi kerakyatakan semakin kuat, dan kearifan lokal, budaya, serta kecintaan teerhadap NKRI semakin tumbuh serta lestari di tengah pandemi covid-19,” tegas Sudarsana. (a/106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini