Togar Situmorang: Klien Tak Jujur dan Tak Beritikad Baik, Musuh Utama Advokat

Togar Situmorang: Klien Tiak Jujur, Musuh Utama Advokat
BERI PENJELASAN - Togar Situmorang memberi penjelasan mengenai kasusnya terhadap mantan kliennya, Rolf Steven Gornitz, asal Jerman. (DenPost/ist)

SIDANG gugatan wanprestasi atau perbuatan ingkar janji yang dilayangkan Togar Situmorang terhadap mantan kliennya, Rolf Steven Gornitz, asal Jerman, memasuki babak akhir dengan pembacaan putusan secara e-court (sidang online) pada Rabu (30/6/2021). Putusan No.1235 tersebut pada intinya mengabulkan gugatan penggugat sebagian, dan menyatakan tergugat melakukan cedera janji atau wanprestasi terhadap perjanjian pemakaian jasa hukum pada 3 September 2019. Tak hanya itu, putusan juga menghukum tergugat membayar jasa advokat sebesar Rp 150 juta.

Atas putusan ini, Togar Situmorang mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkaranya. “Putusan tersebut, menurut saya pribadi, sudah berlandaskan nilai-nilai keadilan dan pertimbangan yang matang,” kata advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Baca juga :  Komisi II Apresiasi Program Pelatihan Disperindag

Dia menambahkan bahwa yang paling penting dan perlu ditekankan yakni mengenai uang Rp 250 juta yang dititip tergugat di Kantor Hukum penggugat (Law Firm Togar Situmorang) sesuai Putusan Perkara Nomor: 1135/Pdt.G/2019/PN Dps memang sejak awal dia mengimbau Steve agar mengambilnya sendiri ke kantor itu. ‘’Tapi dia tidak datang dan malah menyuruh temannya yang mengambil, sehingga kami tidak berikan sebab kami tidak ada hubungan hukum dengan temannya,” jelas Togar Situmorang.

Mengenai honarium advokat merupakan hak advokat atas jasa hukum yang diberikan kepada klien dan merupakan kesepatakan dengan klien. Dalam Pasal 1 angka 7  UU 18/2003 tentang advokat disebutkan bahwa honorarium yaitu imbalan atas jasa hukum yang diterima oleh advokat berdasarkan kesepakatan dengan klien. Dasar hukum besaran honorarium advokat ditentukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Hal ini juga mengacu pada Pasal 1338 (KUH Perdata). Dalam hubungan ini, klien percaya bahwa advokat menangani dan melindungi kepentingannya (klien) dengan profesional dan penuh keahlian, memberikan nasihat-nasihat yang benar, serta tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan kepentingannya itu.

Gugatan wanprestasi yang dilayangkan Togar Situmorang terhadap kliennya ini bisa menjadi pelajaran penting ke depan dalam hubungan hukum, kesepakatan/pernjanjian jasa hukum antara klien dengan advokat yang seharusnya tetap dilandasi saling percaya dan itikad baik. Dia menambahkan musuh utama advokat adalah klien yang tidak jujur dan tidak beritikad baik. Jadi advokat harus jeli dan detail sejak awal menyampaikan ke klien mengenai pernjanjian pemberian jasa hukum. ‘’Saya berharap tidak sampai ada lagi kasus yang saya alami terulang pada advokat lain. Jangan sampai advokat dikibuli klien. Adokat juga harus totalitas melayani klien, melayani para pencari keadilan,” tutupnya. (yad)

Baca juga :  Ini Ancaman Hukuman untuk Anggota Geng Dongki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini