Bangli PPKM Darurat, Keramaian Dibatasi Maksimal 30 Orang

picsart 07 02 07.08.06
PERTEMUAN FORKOMPIMDA - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, saat memimpin pertemuan Forkompimda menyikapi SE Gubernur.

Bangli, DENPOST.id

Jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli, bersama unsur Forkompimda Bangli, PHDI, MDA, serta pimpinan Forum Kepala Desa Bangli menggelar rapat guna menyikapi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali dan Mendagri, yang mewajibkan Kabupaten Bangli melakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai, Sabtu (3/7/2021). Pertemuan dadakan ini, dipimpin Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bangli, Jumat (2/7/2021).

“Tidak ada mendiskusikan lagi, tapi kita wajib menjalankan dan melaksanakan intruksi tersebut sampai ke tingkat paling bawah di Bangli,” ucap Sedana Arta, pada awak media usai memimpin rapat tersebut.

Baca juga :  Jadi Syarat Keberangkatan, PMI Wajib Ikuti Vaksinasi

Hasil pertemuan tersebut, lanjut Bupati asal Sulahan, Susut ini, Sabtu pagi diagendakan apel siap siaga seluruh aparatur terkait penegakan disiplin pemberlakuan PPKM. “Apel di Polres Bangli, seluruh aparatur kita turun. Sistem pengawasan termasuk sanksinya seperti apa teknisnya Satpol PP yang tahu. Intinya kita siap laksanakan PPKM Darurat sebagaimana yang diintruksikan,” tegasnya didampingi Wayan Diar.

Selanjutnya, pihaknya menggelar pertemuan kembali bersama seluruh bendesa adat di Bangli secara daring terkait pemberlakukan PPKM Darurat tersebut. Sebab, belakangan sudah banyak terlaksana kegiatan adat atau desa di Bangli, baik manusia yadnya (ngaben, pernikahan, potong gigi) maupun kegiatan dewa yadnya (piodalan, pemlaspasan, dan sejenisnya). Berdasarkan kesepakatan, yang harus diikuti adalah protokol kesehatan tak terkecuali. Kegiatan masyarakat untuk keramaiannya dibatasi maksimal hanya 30 orang. “Kami toleransi bagi kegiatan manusia yadnya dan dewa yadnya atau kegiatan masyarakat yang telah sedang berjalan, artinya prosesnya sudah berlangsung dari sebelumnya dan masih akan berlangsung selama penerapan PPKM 20 Juli ini berlangsung,” ujarnya.

Baca juga :  Di Bangli, Polisi dan TNI Bersinergi Lakukan Ini

Seluruh pejabat dan Forkompimda Bangli juga tidak akan menghadiri undangan kegiatan masyarakat hingga 20 Juli 2021. “Jadi undangan menghadiri upacara manusia yadnya atau dewa yadnya misalnya kita semua tidak akan hadiri. Karena kalau kita hadir pasti akan mempersiapkan acara, menimbulkan kerumunan dan sebagainya. Kebijakan ini khusus kami lakukan, jadi tidak ada di SE tersebut,” ucapnya.

Kemudian aktivitas pasar dibatasi, ASN yang ngantor hanya 50 persen dan lebih banyak kerja dari rumah. Warung makan hanya melayani pembelian dibawa pulang. “Harus bungkus, tidak boleh makan di tempat,” sebutnya. (128)

Baca juga :  Lagi, Bertambah Dua Pasien Covid-19 Meninggal di Bangli

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini