Pencarian Korban Kapal Yunicee Tenggelam Terkendala Arus Kencang

picsart 07 02 07.08.34
CARI KORBAN - KRI Rigel, yang melakukan pencarian dan penyisiran korban kapal tenggelam di wilayah perairan Selat Bali.

Negara, DENPOST.id

Upaya pencarian terhadap korban KMP Yunicee yang tenggelam di perairan Gilimanuk/Selat Bali, masih dilaksanakan tim gabungan.
Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, Jumat (2/7/2021) di Posko SAR Gabungan di Dermaga LCM Gilimanuk, mengatakan di hari ke-4 pihaknya konsisten membagi area pencarian.
“Kami berbagi area pencarian di tiga lokasi. Di area utara kami antisipasi jika ada korban yang terapung. Kami juga menggunakan rubber boat. Untuk di area selatan kami pertajam pencarian dengan melibatkan KRI Rigel dan KN SAR Permadi milik Basarnas. Dari titik-titik dugaan itu kami pertajam,” jelasnya.

Dari pencarian tersebut, kata dia, hasilnya nihil dan kendalanya karena kencangnya arus di Selat Bali yang mencapai di atas 5 knot. Meskipun ada kendala, namun pihaknya mengoptimalkan pencarian. “Untuk penyelaman kami masih melakukan kajian karena berisiko, namun akan tetap koordinasi dengan TNI AL.
Kami tidak bisa berspekulasi dan diharapkan ada penumpang yang menggunakan pelampung dan mengapung. Kami juga akan memperluas area pencarian,” ujarnya.

Baca juga :  Kunjugan Wisman Belum Menjanjikan, Pemda Disarankan Ini

Sementara Direktur Polair Polda Bali, Kombes Pol. Toni Ariadi usai rapat koordinasi, Kamis (1/7/2021) pukul 20.00 Wita mengatakan pihaknya memastikan akan terus melakukan pemutakhiran data. Karena kemungkinan juga ada yang masih akan melaporkan kehilangan keluarga ke posko. “Dari 18 yang masih dalam pencarian atau nanti ada nama-nama yang kita dapatkan lagi, kita akan croschek. Nanti kita akan update lagi,” jelasnya.
Sedangkan terkait adanya data penumpang non manivest, pihaknya mengatakan akan menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut.

Toni Ariadi memastikan data penumpang KMP Yunicee melebihi manivest maupun data yang beredar selama ini. “Dipastikan yang onboard di kapal 76 orang. Terdiri dari 41 penumpang 16 kru list, 12 non manivet dari ASDP dan lima penumpang non manivest,” ungkapnya.

Baca juga :  Mantan Dewan Jembrana Meninggal Kecelakaan

Toni juga merinci yang diselamatkan SMS Swakarya 23, Samudra Utama 17 dan satu togboat, totalnya 41. Tapi tercatat 36. Ternyata yang lima kru kapal yang tidak mau melapor ke posko. Sedangkan dari 13 ABK yang selamat 13 dan tiga orang yang dalam pencarian merupakan petugas kantin. “Keseluruhannya ada 51 korban selamat, 18 dalam pencarian dan tujuh meninggal dunia. Korban selamat dari manivest penumpang 24, dari kru list 13, non manivest ASDP sembilan dan lima penumpang non manivest. Sedangkan 18 orang dalam pencarian terdiri dari 12 dalam manivest, tiga dari kru list dan satu office boy dalam non manivest ASDP dan dua balita dalam penumpang non manivest. (120)

Baca juga :  Jelang Galungan, Jembrana Gelar Pasar Murah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini