Badung PPKM Darurat, Kegiatan Agama dan Adat Prokes Ketat

picsart 07 02 07.09.25
Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta.

Mangupura, DENPOST.id

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan di Jawa dan Bali, akan diterapkan juga di Kabupaten Badung. Namun sayangnya, penerapan tersebut masih menunggu surat edaran dari pihak Provinsi Bali. Tapi secara keseluruhan Kabupaten Badung mendukung apa yang akan diinstruksikan pusat terhadap PPKM darurat ini.

Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta mengatakan berkenaan dengan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali, pihaknya di Kabupaten Badung akan mengikuti perintah pusat tersebut. “Ini sebagai wujud perpanjangtanganan Pemerintah Pusat, kita harus ikuti perintah pusat dengan melaksankan PPKM Darurat. Sekali lagi arahan Presiden sudah jelas mulai 3 Juli 2021 ini, dan pasti kita akan tindaklanjuti,” terangnya.

Baca juga :  Dukung Siswa Belajar Daring, Banjar Ubung Fasilitasi Ini

Dengan diperlakukaknnya PPKM darurat ini, apakah Badung akan kembali memberikan bantuan tunai ke masyarakat?, Giri Prasta mengatakan hal itu pasti akan ditindaklajuti. “Ketika nanti kita bicara masalah PPKM Darurat ini, itu revokusing dan realokasi anggaran sudah berjalan. Dan kemungkinan itu akan dibuatkan rekomendasi lagi. Kita menunggu keputusan pusat untuk revokusing dan relokasi anggaran ini, sehingga nanti kita tidak menyalahi aturan lagi. Pokoknya kita gas untuk kepentingan rakyat dan kita rem penyebaran Covid-19,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Badung, IGN Jaya Saputra, yang dihubungi terpisah terkait PPKM Darurat, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Provinsi Bali, namun untuk kegiatan aksi sudah dipersiapkan pada 3 Juli 2021, berupa menggelar rapat dan apel Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Setelah itu, turun langsung melakukan penertiban untuk PPKM Darurat tersebut, yakni turun ke mall, tempat objek wisata dan kawasan yang menjadi banyak kerumunan warga. “Sesuai dengan aturan pusat terkait PPKM darurat, mall harus tutup dan objek wisata juga harus tutup juga,” ujarnya.

Baca juga :  Interusi Air Laut, Sumur Warga Kuta Terasa Ini

Bagaimana dengan kegiatan adat dan agama? Mantan Camat Mengwi ini mengatakan untuk kegiatan adat dan agama, bagi yang sudah berjalan diminta untuk wajib melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan bagi yang akan melaksanakan kegiatan agama dan adat mesti dijadwalkan ulang lagi, setelah 20 Juli 2021. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini