Denpasar Terapkan PPKM Darurat, Mall dan Fasilitas Umum Ditutup Sementara

picsart 07 02 07.09.51
PPKM DARURAT - Pemkot Depasar, saat mengadakan rapat PPKM Darurat dengan Forkompimda Perbekel/Lurah, Majelis Desa Adat, Forum Komunikasi Kerukunan Antar Umat Beragama, dan Satgas Covid-19, di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (2/7/2021)

Dauh Puri, DENPOST.id

Semakin meningkatnya kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Denpasar mengakibatkan pemerintah mengambil langkah untuk menerapkan PPKM Darurat secara serentak se-Jawa dan Bali mulai, Sabtu (3/7/2021) sampai 20 Juli 2021. Untuk menyikapi hal tersebut, Pemkot Depasar mengadakan rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Perbekel/Lurah, Majelis Desa Adat, Forum Komunikasi Kerukunan Antar Umat Beragama, dan Satgas Covid-19, di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (2/7/2021).

Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019, di wilayah Jawa dan Bali. Rapat tersebut, dihadiri Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya; Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan; Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana; Kejari Denpasar, Yuliana Sagala, dan seluruh perbekel/lurah dan bendesa adat se-Kota Denpasar.

Baca juga :  Di Denpasar, Kembali 13 Pasien Sembuh dan 6 Orang Positif

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan Denpasar akan melakukan PPKM Darurat mulai, 3 Juli 2021. Penularan kasus Covid-19, secepatnya harus dikendalikan, hal ini untuk tetap menjaga ketersediaan ruang perawatan di Kota Denpasar. Pengetatan dan penerapan prokes 6M harus lebih gencar dilakukan, dengan adanya varian Delta yang memiliko risiko penularan lebih tinggi. “Dalam PPKM Darurat ini ada beberapa hal yang perlu diperketat kembali, misalnya pemberlakuan Work From Home (WFH) 100% bagi sektor non esensial, 50% bagi sektor esensial, dan bagi sektor kritikal dapat 100 (WFO). Untuk mall dan fasilitas umum sementara ditutup. Restoran atau warung makan hanya menerima take away, sedangkan untuk supermarket, pasar tradisional dan toko kelontong dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita, dengan kapasitas pengunjung 50%,” ujarnya.

Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan untuk memastikan PPKM Darurat ini berjalan dengan baik, perlu kerjasama dari jajaran kepolisian, TNI, Kejari dan perbekel/lurah, serta bendesa adat se-Kota Denpasar. Untuk proses pengendalian dan penanganan Covid-19, percepatan vaksinasi akan terus digenjot hingga terbentuknya herd immunity.

Baca juga :  Posko SAR Gabungan KMP Yunicee Kembali Terima Laporan Orang Hilang

Sementara Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede menyampaikan perlu dilakukan pengawasan lebih ketat terhadap mobilitas masyarakat terutama pada tingkat desa/kelurahan.

Kajari Denpasar, Yuliana Sagala menambahkan Kejaksaan akan melakukan pendampingan dan pengawasan pelaksanaan penanganan Covid-19, dari segi perencanaan, penganggaran dan pertanggungjawaban. Bagi pelanggar akan dilakukan sidang di tempat dengan kepolisian, Satpol PP dan Pengadilan.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, dan Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, menyampaikan akan siap mengawal dan menegakkan peraturan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM Darurat untuk pengendalian penularan Covid-19. (112)

Baca juga :  Penuhi Kebutuhan Darah, PMI Rajin "Jemput Bola"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini