Jembrana PPKM Darurat, Kegiatan Publik Dibatasi

picsart 07 02 09.00.52
PPKM DARURAT - Rapat koordinasi jajaran Satgas Covid-19 di Kantor Bupati Jembrana, Jumat ( 2/7/2021) untuk membahas terkait PPKM Darurat.

Negara, DENPOST.id

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan Kabupaten Jembrana, 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Kebijakan dari Pemerintah Pusat ini, berdasarkan SE Mendagri No. 15 tahun 2021 dan sesuai arahan Presiden Jokowi, diambil guna mempercepat pengendalian Covid-19 yang belakangan meningkat dengan tajam, khususnya di Jawa dan Bali.

Jembrana termasuk kabupaten yang diputuskan oleh Satgas Nasional menerapkan PPKM Darurat. Penilaian ini berdasarkan trend kenaikan kasus yang terus terjadi dalam sepekan, sehingga perlu langkah cepat.

Baca juga :  Jelang Galungan WBP Rutan Negara Mepatung

Usai rapat koordinasi jajaran Satgas Covid-19 di Kantor Bupati Jembrana, Jumat (2/7/2021) Bupati Tamba mengatakan Jembrana dan enam kabupaten/kota lainnya di Bali akan menerapkan PPKM Darurat sesuai petunjuk pusat.

Bupati Tamba mengatakan sejumlah sektor kegiatan publik akan dibatasi saat PPKM Darurat berlangsung. Selain menerapkan PPKM Darurat, target vaksinasi tetap digenjot.
Bupati Tamba juga mengatakan akan mengintensifkan percepatan vaksinasi di masyarakat. “Meski PPKM Darurat kita tetap kerja. Saya sudah instruksikan tim vaksinasi memperluas cakupan wilayah vaksin dan langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ini upaya agar daerah kita dan masyarakat cepat terlindungi,” tegasnya.

Baca juga :  Dikeluhkan Warga, Kontainer Sampah di Dauhwaru Ditarik Dinas LH

Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas batasan terutama pada kegiatan yang berpotensi mengundang keramaian. Mulai dari sektor perdagangan, aktivitas hiburan, olahraga, pendidikan tatap muka hingga kegiatan adat. Dikatakan konsekuensi dari diterapkannya PPKM Darurat ini, akan ada sejumlah pembatasan terutama jam operasi dibatasi hingga pukul 20.00 Wita. Demikian pula car free day yang tiap Minggu digelar dihentikan dulu. Termasuk kegiatan-kegiatan keagamaan hingga adat seperti pernikahan. Aturan itu hanya memperbolehkan maksimal 30 orang saja yang bisa hadir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. (120)

Baca juga :  Harga Babi Anjlok, Peternak Mengeluh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini