Posko SAR Gabungan KMP Yunicee Kembali Terima Laporan Orang Hilang

picsart 07 04 10.00.18
KETERANGAN PERS - Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Anak Agung Alit Supartana, saat memberi keterangan pers di Gilimanuk, Sabtu (3/7/2021) sore.

Negara, DENPOST.id

Posko SAR Gabungan tenggelamnya KMP Yunicee di Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (3/7/2021) sore kembali menerima laporan orang hilang.
Sementara Sabtu pagi ditemukan satu jenasah korban kapal tenggelam bernama Miftahol Arifin (44) dari Jalan Emas, Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Anak Agung Alit Supartana, saat jumpa pers Sabtu sore di Gilimanuk membenarkan laporan orang hilang tersebut. Menurut dia, pihak keluarga korban yang datang dan menyatakan adanya kehilangan korban. Diduga saat itu, korban bernama Adi Supanta (43) asal Desa Bulusan Kalipuro, Banyuwangi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat berada di dalam kapal naas buatan tahun 1992 tersebut.

Baca juga :  Diduga Akibat Tarian Api, D'Vesta Terbakar

Adi Supanta tidak masuk dalam manifes kapal. Karena setiap hari berada di kapal berbeda karena bekerja sebagai tukang pijat. Untuk korban Miftahol Arifin (44) yang jenasahnya ditemukan di perairan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Sabtu pagi dititip di RSU Negara, dan menunggu pihak keluarga untuk mengambil jenasah tersebut.

Setelah kembali adanya laporan orang hilang dan penemuan mayat korban, menurut Alit Supartana, maka total penumpang di KMP Yunicee 77 orang. Ditemukan selamat 51 orang, meninggal dunia 18 orang dan dalam pencarian 18 orang.

Baca juga :  Bupati Artha Bantu Enam Warga Sakit

Menurut dia, sejak Sabtu pagi pencarian di delapan wilayah pemetaan. Di hari ke-5 pencarian melibatkan 15 unit alat pencarian dengan mengerahkan 39 unsur SAR, dengan melibatkan 230 personel. Untuk posisi kapal sesuai dengan temuan TNI AL, posisi KMP Yunicee telah ditemukan pada, Kamis (1/1/2021) pukul 01.30 WIB, oleh KRI Rigel-933 berada di kedalaman 72 sampai dengan 78 meter dengan jarak kurang lebih 362 meter dari daratan terdekat dan kurang lebih 1,65 mil dari pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga :  Lansia Terpapar Covid-19 dari Menantu Terjadi di Jembrana

Sedangkan untuk operasi pencarian menurut Alit Supartana, sesuai dengan UU pencarian dan pertolongan berlanjut hingga tujuh hari. “Jika tidak ditemukan adanya tanda-tanda korban tidak dilanjutkan. Namun, jika nantinya ditemukan adanya tanda-tanda korban operasi diaktifkan kembali. Untuk saat ini, kami fokus pencarian di permukaan,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini