Selama PPKM Darurat, Tim Yustisi Bakal Fokus Razia Duktang

Selama PPKM Darurat, Tim Yustisi Bakal Fokus Razia Duktang
DIBERI PERINGATAN – Salah seorang warga pendatang diberi peringatan karena salah memakai masker, Senin (5/7/2021).

Ubung Kaja, DENPOST.id

Razia protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan Tim Yustisi Kota Denpasar saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kini difokuskan menyasar penduduk datang (duktang). Setiap penumpang bus, travel maupun mobil pribadi yang datang dari Jawa akan mendapat pemeriksaan ketat.

”Kami khusus menyasar duktang dari daerah Jawa yang masuk ke Kota Denpasar. Kami periksa kelengkapan identitas kependudukan, surat keterangan (suket) jalan dan hasil rapid antigen negatif. Jika saat pemeriksaan ditemukan ada penumpang bus atau travel tidak memakai masker, langsung kami denda,’’ tegas Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia PPKM Dadrurat di pos penyekatan perbatasan Denpasar dengan Badung di Jl. Gunung Galunggung-Jl. Cokroamnoto, Senin (5/7/2021).

Baca juga :  Perumda Tirta Sewaka Dharma Perpanjang Gratis Tagihan

Anom Sayoga mengungkapkan, bersama Dishub, TNI dan Polri dibantu aparat desa/kelurahan secara detail memeriksa kelengkapan identitas duktang nonpermanen yang tinggal di Denpasar guna mencegah penyebaran korona virus. Pasalnya, di Jawa masyarakat positif Covid-19 terus meningkat, sehingga pengawasan di pintu masuk Denpasar harus diketatkan. ”Kami harapkan warga dari Jawa yang tidak ada kepentingan agar tidak datang ke Bali selama PPKM darurat. Kalau ada ke Bali dengan persyaratan lengkap harus menjalani isolasi mendiri 4-7 hari,’’ sarannya.

Sidak PPKM darurat yang digelar hari ini, lanjut Anom Sayoga, menjaring 28 duktang, yakni dua orang tanpa masker dan langsung didenda serta 26 orang diberi peringatan karena memakai masker di bawah dagu. Peringatan lebih banyak diberikan kepada sopir dan penumpang mobil travel yang duduk berdesak-desakan.

Baca juga :  Lima Perempuan di Denpasar Positif Covid-19

Anom Sayoga juga meminta warga dan para pengusaha agar mengikuti aturan selama PPKM darurat ini dilaksanakan. ”Kami bersama tim pagi dan malam melakukan sidak PPKM darurat menyasar warung makan, angkringan, kedai kopi dan PKL untuk mencegah kerumunan. Meski diberi buka sampai pukul 22.00 tapi tidak boleh melayani makan dan minum di tempat. Untuk masyarakat umum tetap kami minta kesadarannya mentaati prokes dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Ini demi kebaikan bersama, mari sama-sama menumbuhkan kesadaran agar pandemi Covid-19 ini bisa lekas berlalu,’’ pungkasnya. (103/111))

Baca juga :  Soal Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Ini Kata Ari Dwipayana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini