Forkompimda Jembrana Ngaku Tak Takut-takuti Masyarakat

Forkompimda Jembrana Ngaku Tak Takut-takuti Masyarakat
SIDAK - Forkompimda Jembrana ketika melakukan sidak dan pemantauan pelaksanaan PPKM Darurat di sejumlah tempat Minggu (4/7/2021) malam.

Negara, DENPOST.id

Setelah PPKM darurat resmi diberlakukan di Jembrana, sejumlah pembatasan diterapkan termasuk pengetatan jam malam operasional usaha guna dilakukan. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa; Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf Hasrifuddin Haruna serta Danyon Mekanis Garuda Nusantara, Letkol Inf. Amin  M Said, Minggu (4/7/2021) malam melakukan sidak.

Lokasi yang dituju mulai dari Pasar Senggol Negara, selanjutnya Kelurahan Banjar Tengah, Kelurahan Loloan Barat hingga ke objek wisata di Desa Delod Berawah, Mendoyo.

Baca juga :  Sepekan, Sembilan Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jembrana

Sepanjang perjalanan tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, TNI, Satpol PP menyasar aktivitas usaha milik masyarakat. Termasuk memantau jam operasional warung, rumah makan, kafe serta  tempat keramaian lainnya yang dibatasi hingga pukul 20.00  wita.

Secara persuasif mereka mengingatkan warga yang masih melaksanakan aktivitas terkait prokes dan PPKM darurat, termasuk membubarkan warga yang kedapatan berkerumun di jalan. Langkah pembatasan itu guna mencegah kerumunan dan membatasi penyebaran virus covid-19 yang mulai menanjak penambahan kasusnya di Jembrana.

Baca juga :  Trailer Gas Oksigen Dikawal Polres Jembrana

“Kami memantau langsung bersama jajaran  Forkompimda Jembrana bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Namun seluruh cakupan wilayah yang menerapkan PPKM darurat Jawa-Bali termasuk Kabupaten Jembrana harus taat protokol kesehatan. Ini merupakan Instruksi Pemerintah Pusat. Sangat ketat dengan tujuan yang bagus untuk kita semua. Agar masyarakat sehat aman dan ekonomi cepat pulih kembali,” jelasnya.

Bupati mengatakan, saat ini sosialisasi terus dimasifkan. Pendekatan di masyarakat juga lebih banyak humanis. Namun langkah  tegas bisa  diterapkan terutama bagi mereka yang kedapatan membandel. “Tentu sanksi sudah ada sesuai aturan PPKM Darurat. Mungkin yang pertama hanya sebatas imbauan, namun jika sampai 3 kali  kita ingatkan masih membandel, ada langkah-langkah penutupan tempat usaha,” tegasnya.

Baca juga :  Meninggal, Kakek Telantar Dikuburkan Dinas Sosial Jembrana

Langkah tegas itu sambung Tamba semata- mata demi kebaikan bersama. “Semoga dengan PPKM Darurat 3-20 Juli terjadi penurunan covid-19 yang signifikan,” harapnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini