Proses Pencarian Korban KMP Yunicee Dihentikan

picsart 07 05 07.26.21
DIHENTIKAN - Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada, didampingi Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wakapolres Jembrana, Kompol Marzel Doni Siahaan, saat rapat virtual terkait penghentian proses pencarian korban KMP Yunicee di Pelabuhan Gilimanuk.

Negara, DENPOST.id

Posko SAR Pencarian dan Pertolongan korban KMP Yunicee yang tenggelam di Perairan Gilimanuk/Selat Bali, Senin (5/7/2021) sore dihentikan. Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada, didampingi Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wakapolres Jembrana, Kompol Marzel Doni Siahaan, mengakui sesuai amanat UU pencarian dan pertolongan No 29 tahun 2014 Basarnas diberi kewenangan untuk menghentikan operasi SAR.

“Secara integrasi penekanan kami memang dihentikan. Namun, secara mandiri kami melakukan upaya pencarian. Kami selalu berkoordinasi dengan Polsek Gilimanuk, tim SAR dan pihak terkait lainnya yang selalu siaga,” kata Darmada.

Baca juga :  Hujan Disertai Angin Kencang, Rumah Warga Tak Mampu di Yeh Sumbul Roboh

Dikatakan Darmada, jumlah penumpang KMP Yunicee sebanyak 77 orang, yang selamat (51 orang), meninggal dunia (sembilan orang), serta yang belum ditemukan dan hilang 17 orang. “Itu data yang kami beritaacarakan,” katanya.

Menurut Gede Darmada untuk santunan pihak korban, Jasa Raharja Putra sudah melakukan verifikasi dan melakukan jemput bola untuk ganti rugi. “Semua yang ada dalam kapal mendapatkan santunan. Demikian juga untuk angkutan sesuai nilai taksir barang. Jasa Raharja Putra sudah jemput bola untuk upaya ganti rugi.
Semua yang ada dalam kapal akan mendapatkan santunan. Untuk kompensasi PT Surya Timur Line juga siap memberikan,” katanya.

Baca juga :  Lilin di Kamar Suci Ludeskan Rumah Warga Anturan

Untuk upaya pengangkatan kapal yang ada dalam kedalaman 72-76 meter masih membutuhkan pembahasan dan penyelidikan lebih lanjut. “Jika mengganggu penyeberangan harus diangkat dan menjadi tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.

Darmada mengatakan pihaknya juga sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Semua pihak katanya juga sudah bekerja dengan maksimal. “Kelanjutan kasus ini masih ditindaklanjuti KNKT. Nantinya kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Mabes Polri,” jelasnya.

Baca juga :  Hingga Kapolsek Kuta Dimutasi, Tahanan Kabur Belum Berhasil Dibekuk

Untuk barang bukti diamankan di Polsek Gilimanuk sehingga nantinya barang bukti diperlukan bisa segera diambil.

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan dengan adanya musibah yang kerap terjadi di Selat Bali perlu dilakukan langkah-langkah spiritual. Apalagi dengan adanya korban jiwa, sehingga pasca PPKM Darurat pihaknya merencanakan untuk menggelar pecaruan atau menghaturkan pakelem. “Kami akan mencari hari baik untuk penyucian segara, sehingga menghindari hal-hal buruk,” kata Tamba. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini