Adi Arnawa Pastikan Ketersediaan Oksigen Aman

picsart 07 06 05.22.28
OKSIGEN - Sekda Adi Arnawa, saat memantau ke RSD Mangusada, untuk memastikan ketersediaan oksigen dan mengecek kesiapan Gedung D, Selasa (6/7/2021).

Mangupura, DENPOST.id

Beberapa daerah di Indonesia, dilaporkan mengalami minimnya ketersediaan oksigen untuk keperluan medis. Untuk di Badung, Selasa (6/7/2021) Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa melaksanakan pemantauan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada dalam rangka memastikan ketersediaan oksigen di RSD masih aman, serta mengecek kesiapan Gedung D guna mempersiapkan sarana dan prasarana yang masih belum lengkap untuk pelayanan kepada masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan.

Turut hadir mendampingi, Kadiskes Badung, dr. I Nyoman Gunarta, Kadis Kominfo IGN Gede Jaya; Kasatpol PP IGAK Suryanegara; Kadis Kebakaran dan Penyelamatan I Wayan Wirya; Kabag Prokompin Made Suardita; Dirut RSD Mangusada, dr. I Ketut Japa; Kabid Penunjang RSD Mangusada, dr. Made Padma Puspita, serta pejabat terkait dilingkungan Pemkab Badung.

Baca juga :  Target Juni, 70 Persen Penduduk Badung Dapat Vaksin Dosis 1

Sekda Adi Arnawa mengatakan kegiatan bersama Satgas Covid-19 Badung yang turun langsung untuk mengecek ketersediaan oksigen, dikarenakan isu-isu oksigen di luar daerah banyak yang kekurangan. “Ini kita perlu mengambil langkah-langkah antisipasi, jangan sampai di Badung kekurangan oksigen. Tabung oksigen ini saya rasa jumlahnya seimbang dengan pertumbuhan BOR (bed occupancy rate). Kalau BOR-nya meningkat banyak pasien dalam RS tentunya pasokan oksigen pastinya akan dibutuhkan lebih banyak lagi. Saya informasikan BOR kita masih stabil di antara untuk yang isolasi dan untuk yang ICU,” kata Adi Arnawa.

Selain itu, Sekda Adi Arnawa mengecek dan memantau  langsung kesiapan Gedung D dan F untuk mengetahui sarana dan prasarana apa saja yang masih dibutuhkan. Pihaknya mengatakan gedung D ini sudah sangat siap tinggal sarana dan prasarana pendukung saja yang belum siap. “Kita sudah mengkaji dengan tim di sini karena bagaimanapun walaupun dalam kondisi Covid-19 ini kita tidak boleh diam. Di satu sisi kita akan dorong bagaimana kesiapan kita untuk menyiapkan kamar untuk Covid-19, di sisi lain pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum harus tetap jalan. Oleh karena itu, gedung D harus menjadi prioritas, mudah-mudah kita bisa mencari solusi untuk mendorong sarana dan prasarana, sehingga gedung bisa digunakan dan bisa melayani masyarakat sepenuhnya,” harapnya. (115)

Baca juga :  Pasar Manuver Gilimanuk "Nganggur"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini