Hotel di Kutsel Diminta Siapkan Tempat Isolasi

Hotel di Kutsel Diminta Siapkan Tempat Isolasi
VAKSINASI SISWA - Kepala UPDT Puskesmas Kutsel, IGN Sastrawan, saat memantau vaksinasi siswa di SMAN 2 Kutsel bersama Kadiskes, Kasatpol PP dan Kepala OPD lainnya.

Kutsel, DENPOST.id

Kasus Covid-19 di Kutsel belakangan juga mengalami peningkatan. Di mana sebagian besar pasien merupakan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang menginap di hotel. Terkait hal ini, Kepala UPDT Kutsel, IGN Sastrawan, mengharapkan agar pihak hotel ikut menyiapkan tempat isolasi di hotel masing-masing.

Tujuannya, lanjut Sastrawan, agar PPDN yang mengalami gejala Covid-19 langsung bisa diisolasi dan tidak pergi keluar tanpa ada yang mengawasi. “Ketakutan kami kan ketika mereka pergi dari hotel tanpa ada yang mengawasi, itu yang berbahaya,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).

Baca juga :  Residivis Ditangkap Usai Bobol Mobil

Diakui Sastrawan, memang banyak kasus dari PPDN di samping dari warga juga ada. Karenanya dengan PPKM darurat ini diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk di Kecamatan Kutsel kini melibatkan peran serta perumahan dalam pemantauannya. “PPKM itu kan hanya sampai di desa, di sini kami sampai di perumahan,” katanya.

Dia mengimbau agar masyarakat mengikuti aturan PPKM darurat. “Bukan hanya untuk hari ini, tapi ke depannya,” imbuhnya. Dengan begitu diharapkan kasus tidak melonjak dan semakin banyak.

Baca juga :  Di Badung, Puluhan Pekerja Pariwisata Mulai Di-PHK

Ditanya kondisi tempat isolasi saat ini, dia mengungkapkan untuk karantina terpusat di Bakung Hotel sudah penuh sehingga sekarang dilakukan isolasi mandiri dan peran satgas untuk mengawasinya. “Di Kutsel, Satgas Perumahan bisa ikut berperan mengawasi ini. Kalau di perumahan kan warganya sendiri jadi lebih mudah diawasi,” paparnya.

Hal senada disampaikan Camat Kutsel Ketut, Gede Arta. Pihaknya sudah meminta keterlibatan perumahan dalam melakukan pengawasan di lapangan melalui satgas-satgas kecil. Terkait kepatuhan warga dalam mengikuti PPKM darurat, Gede Arta mengungkapkan masih ada beberapa usahan yang melayani makan di tempat. Namun pihaknya terus melakukan sosialisasi agar tumbuh kesadaran dari masyarakat. (113)

Baca juga :  Kena Covid-19, PMI Asal Badung Meninggal di Amerika Serikat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini