Komplotan Penggelapan Mobil Diringkus

picsart 07 07 06.27.54
TERSANGKA PENGGELAPAN - Polisi memperlihatkan tersangka penggelapan beserta barang buktinya.

Bangli, DENPOST.id

Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli, mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil. Komplotan pelaku terdiri dari tiga orang diamankan. Mereka diduga bersama-sama menipu korban, I Putu Bala Putra (36) asal Banjar Undisan Kelod, Desa Undisan, Tembuku, Bangli dengan modus pura-pura menyewa mobil milik korban.

Kejadian tersebut, diketahui pula oleh saksi, Desak Putu Kutha Diah Tantris (36) yang merupakan istri korban.
Ada pun tiga pelaku yang diamankan, yakni I Wayan Eka Suadnyana (27) yang beralamat di Banjar Dinas Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi (29), kelahiran Lampung beralamat di Banjar Anyar, Desa Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan dan tinggal saat ini di Perumahan Gren Selukat, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar dan I Nyoman Darmika alias Made Wijana (50) dengan alamat Banjar Dinas Payangan Medi, Desa Payangan, Marga, Tabanan.

Baca juga :  Jam Buka Pasar di Buleleng Diperpanjang

Kronologis kejadian, pelaku melakukan dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan tersebut pada, Rabu (30/6/2021) sekira pukul 16.00 Wita yang bertempat di Lapangan Astina, Gianyar. “Awalnya korban mempromosikan mobilnya melalui akun FB-nya untuk disewakan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim, Rabu (7/7/2021).

Selanjutnya, Eka Suadnyana yang pertama kali mengomentari postingan tentang rencana penyewaan mobil milik korban Putu Bala Putra, di akun media sosial Facebook dengan menggunakan nama akun I Made Wijaya. Setelah itu, dia mengajak pelaku lainnya, I Nyoman Darmika alias Made Wijana untuk bersama mengambil satu unit mobil Suzuki Ertiga warna putih milik korban tersebut, di tempat yang dijanjikan dengan menggunakan sepeda motor dan disertai membawa uang tunai sebesar Rp650 ribu, dan kartu identitas ( KTP ) yang sudah dipalsukan oleh Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi dengan mengunakan nama I Made Wijana.

Baca juga :  Legalitas Kerjasama, Koptak Ngurah Rai Desak AP 1 Bersikap

“Nah, setelah mendapatkan mobil tersebut, pelaku membawa mobil tersebut ke tempat tinggal Luh Ayu Swandewi di Gren Selukat, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar. Setelah itu mobil tersebut justru digadaikan,” bebernya.

Pelaku saat itu, menawarkan mobil tersebut kepada Komang Laksmini alias Sinta dengan alasan pemilik mobil tersebut membutuhkan dana, sehingga digadaikan sebesar Rp25 juta. Yang mana transaksi tersebut, dilakukan di Circle K yang beralamt di Jl. By-pass Ida Bgaus Mantra, Ketewel. Namun pada saat itu, pelaku mengaku baru dibayarkan dengan uang tunai sebesar Rp10 juta dan sisanya ditransfer ke rekening milik Swandewi. Akibat dari peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 160 juta.

Baca juga :  Koperasi di Buleleng Didorong Terapkan Digitalisasi

Sementara korban yang curiga lantaran mobilnya tak kunjung dikembalikan, berupaya mencari pelaku sesuai alamat KTP. Hanya saja, alamat tersebut tidak kunjung ditemukan dan nomor HP pelaku juga dimatikan, sehingga korban melaporkan kasusnya ke kantor polisi. “Dari hasil lidik, mobil korban dan ketiga pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Hasil interogasi, antarpelaku tidak ada hubungan keluarga dan hanya sebatas teman,” jelasnya.

Atas perbuatannya, lanjut dia, ketiga pelaku bakal dijerat dengan Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini