Modus Obati Hingga Mengancam, Balian Gadungan Setubuhi Anak di Bawah Umur

picsart 07 07 06.28.52
MENUJU RUTAN - Pelaku Galung, saat digiring menuju Rutan Mapolres Karangasem, Rabu (7/7/2021)

Amlapura, DENPOST.id

Tak kapok dibui selama 4 tahun dengan kasus yang sama, residivis balian gadungan asal Bangli, I Wayan Gunawan alias Galung (33) kembali beraksi bejat menyetubuhi anak 16 tahun asal Karangasem.

Dengan modus mengobati hingga melakukan pengancaman, Galung melakukan aksi bejatnya puluhan kali.

Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini, Rabu (7/7/2021) menuturkan kejadian terungkap saat orang tua korban melapor pada, Jumat (1/7/2021). “Balian gadungan ini kini tinggal di Banjar Dinas Tumbu kaler, Desa Tumbu, Karangasem. Modus operandinya awalnya dia mengaku bisa mengobati korban, ” ungkapnya.

Bermula pada Agustus 2020, korban mengikuti ritual melukat yang dilakukan tersangka. Alih-alih mengobati, ia malah mengaku dirasuki adik korban yang sudah meninggal dan menyetubuhi korban. “Saat itu, keluarga korban yang mengantar tak diperkenankan melihat. Ditambah tersangka ini sepertinya memiliki kemampuan menghipnotis,” ungkap Suartini.

Baca juga :  Petani Plandung Kembangkan Jagung Muda, Raup Omzet Jutaan Rupiah

Setelah kejadian tersebut, Galung terus memaksa korban untuk bersetubuh dengannya. Tak cukup dengan modus mengobati, ia lantas memaksa dengan pengancaman. “Ia mengancam akan menculik dan membunuh adik korban, hingga akan mengebom rumah korban bila menolak atau melapor pada orang tuanya,” imbuh Suartini.

Tak hanya di rumah tersangka, korban kerap disetubuhi di sebuah rumah kosong, sebuah gang dekat rumah pelaku dan di beberapa hotel kawasan Gianyar, Klungkung dan Karangasem. Di bawah ancaman, korban yang masih di bawah umur, tak berkutik.

Baca juga :  375 Orang Kader Satgas Baru Ikut Sosialisasikan 3M

Berlangsung hampir setahun, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kepada orangtuanya, Jumat (28/6/2021). Tak terima, orangtua korban lantas melapor ke Mapolsek Karangasem, Jumat (1/7/2021). “Tersangka terancam dijerat pasal 81 ayat 1 atau ayat jo 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun karena dia seorang residivis dan telah membuat korban yang masih di bawah umur trauma kemungkinannya hukuman akan lebih berat,” pungkas Suartini. (yun)

Baca juga :  Dua Pemuda Nyuri Motor, Hasilnya Digunakan untuk Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini