Kadiskes Perintahkan Rumah Sakit Rujukan Optimalkan Kapasitas Tempat Tidur

Konsep Otomatis
Kadiskes Bali Ketut Suarjaya (DenPost/dok)

Sumerta, DENPOST.id

Ratusan warga Bali terinfeksi Covid-19 setiap harinya. Sesuai dengan standar penanganan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali, mereka yang dengan gejala ringan dan sedang, dirawat di tempat karantina.
Sedangkan bagi pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat, akan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Mengacu perkembangan Covid-19 di Bali yang terus naik, Pemprov telah melakukan evaluasi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan, pihaknya telah memerintahkan pengelola rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menambah Tempat Tidur (TT) bagi pasien Covid-19.
“Sudah kami informasikan agar rumah sakit menambah TT,” ujarnya, Rabu (7/7/2021) malam.

Baca juga :  Dirut Positif Covid-19, UGD RS Puri Raharja Ditutup Sementara

Belum lama ini, Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin mengatakan, di tingkat provinsi juga akan disediakan kembali tempat karantina, yang memanfaatkan hotel-hotel di Denpasar.
Sebelumnya, ketika tambahan Covid-19 harian landai, tempat karantina hanya disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan menggunakan balai diklat yang tersedia.

Di RSUD Wangaya, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Denpasar sempat mengalami puncak kapasitas keterisian kamar. Berdasarkan data pada Senin, 5 Juli 2021 BOR di RSUD Wangaya 91.30 persen atau terpakai 42 bed dari 58 TT.
Akan tetapi per Selasa, 6 Juli 2021 siang, tingkat keterisiannya sudah mencapai 100 persen.

Baca juga :  Terjaring Razia Prokes, Belasan Warga Dibina

Terkait dengan penuhnya bed yang merawat Covid-19 ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, Pemkot telah menambah 35 TT lagi dengan mengkonversi ruangan perawatan yang lain.
Penambahan ini dilakukan dengan melakukan konversi beberapa ruangan layanan non-Covid-19.
“Sekarang sudah dipersiapkan beberapa ruangan pasien yang kami konversi untuk melakukan penambahan. Kami tambah 35 bed lagi menjadi 93 bed,” katanya.
Sementara itu, untuk sumber daya manusia (SDM) juga akan dilakukan penambahan.
Di mana beberapa SDM yang bertugas di layanan poliklinik nonCovid-19 dan tidak bersifat emergensi digeser untuk membantu penanganan Covid-19.
“Ruangan ini nanti akan digunakan untuk merawat pasien bergejala sedang hingga berat,” imbuhnya. (106)

Baca juga :  Danai Pencegahan Corona, Bali  Rasionalisasi Anggaran Hingga Rp900 Miliar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini