Membandel di Masa PPKM Darurat, Rumah Makan dan Warung akan Ditindak

picsart 07 08 11.10.41
PERIKSA SUKET – Petugas Dinas Perhubungan bersama Satpol PP dan Polri memeriksa surat keterangan (suket) salah seorang pemotor yang masuk wilayah Denpasar di pos Jl. Gatot Subrotoa Barat, Kamis (8/7/2021)

Ubung Kaja, DENPOST.id

Meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Kota Denpasar khususnya dan Bali umumnya, membuat tim yistisi bertindak lebih tegas. Warung, rumah makan, kafe dan pedagang kaki lima (PKL) yang membandel melewati jam buka dan mengungdang kerumunan, terancam akan ditutup.

“Usaha ini hanya boleh buka sampai pukul 20.00 dan hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan minum di tempat.
Saat ini sudah darurat penyebaran virus corona, upaya pendisiplinan masyarakat akan lebih ketat. Karena kasus terpapar virus corona di Denpasar setiap hari terus meningkat signifikan sehingga masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan (prokes),’’ tegas Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di pos penyelatan Jl. Gunung Galunggung-Jl. Cokroaminoto, Kamis (8/7/2021).

Baca juga :  Bali Zona Orange, Sholat Ied Tak Boleh Berjamaah

Dia mengungkapkan, penyebaran virus corona tidak mengenal waktu dan tempat. Kalau ada melakukan pelanggaran tidak sesuai ketentuan yang berlaku, pihaknya tak segan mengambil tindakan tegas sekaligus menutup tempat usaha tersebut. ”Siapa berani melanggar aturan di masa PPKM Darurat ini akan berhadapan dengan Tim Yustisi. Pendisiplinan prokes tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun masyarakat harus patuh dan taat,’’ ucapnya.

Anom Sayoga mengajak seluruh elemen masyarakat menahan diri di masa pandemi virus corona yang terus bergejolak ini. Masyarakat diminta mematuhi prokes agar terhindar dari penularan virus corona. ”Ini demi kepentingan bersama untuk dapat memutus mata rantai virus corona. Kalau virus corona ingin cepat berakhir, mari semua mematuhi prokes, selalu gunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,’’ sarannya.

Baca juga :  Tiga Pekan PPKM, Ratusan Usaha Non-Esensial Ditutup

Angka kasus Covid-19 di Kota Denpasar, belakangan memang meningkat. Bahkan per Selasa, 6 Juli 2021 siang, tingkat keterisian pasien Covid-19 di RSUD Wangaya sudah mencapai 100 persen.
Terkait dengan penuhnya bed yang merawat Covid-19 ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan, Pemkot telah menambah 35 tempat tidur dengan mengkonversi ruangan perawatan yang lain.
“Sekarang sudah dipersiapkan beberapa ruangan pasien yang kami konversi untuk melakukan penambahan. Kami tambah 35 bed lagi menjadi 93 bed,” katanya.

Baca juga :  Didominasi Hipertensi, Sejumlah Nakes RSUP Sanglah Tak Divaksin

Sementara itu, untuk sumber daya manusia (SDM) juga akan dilakukan penambahan.
Di mana beberapa SDM yang bertugas di layanan poliklinik non-Covid-19 dan tidak bersifat emergensi digeser untuk membantu penanganan Covid-19.
“Ruangan ini nanti akan digunakan untuk merawat pasien bergejala sedang hingga berat,” imbuhnya. (103/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini