Batas Tutup Warung Makan di Denpasar Pukul 20.00 Wita, Jika Melanggar Sanksi Tegas Menanti

picsart 07 08 05.56.36
WAKTU TUTUP - Pemkot Denpasar memutuskan batas waktu menutup rumah makan, angkringan maupun warung makan dan sejenisnya pada pukul 20.00 Wita.

Dauh Puri, DENPOST.id

Sesuai surat edaran (SE) Gubernur Bali Nomor : 9 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19, Pemkot Denpasar memutuskan menutup rumah makan, angkringan maupun warung makan dan sejenisnya pada pukul 20.00 Wita dari sebelumnya pada 22.00 Wita.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Anom Sayoga, Kamis (8/7/2021) mengatakan pelaksanaan awal PPKM Darurat belum ada kejelasan terkait dengan pembatasan waktu untuk rumah makan, warung makan, maupun angkringan, sehingga Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar memberikan kelonggaran bagi mereka yang berusaha sampai pukul 22.00 Wita. “Setelah dilakukan rapat bersama Gubernur Bali, Rabu (7/8/2021) malam, ditetapkan buka warung makan, rumah makan, maupun angkringan dan sejenisnya dibatasi sampai pukul 20.00 Wita, dengan take away,” kata Sayoga.

Baca juga :  Satu Keluarga Besar di Kesiman Diisolasi dan Dijaga Ketat Satgas

Menurut Sayoga, kendati bisa tutup pukul 20.00 Wita, mereka yang memiliki warung makan, rumah makan, pedagang kaki lima, maupun angkringan juga wajib untuk menerapkan protokol kesehatan dan tidak melayani pembeli untuk makan di tempat. Hal itu berlaku selama PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021.

Menurut Dewa Sayoga, jika ada yang melanggar aturan, pihaknya sudah menyiapkan sanksi tegas. Untuk rumah makan yang menerima makan di tempat mereka akan langsung ditutup atau pencabutan izin usaha. Penutupan itu akan dilakukan sampai batas PPKM Darurat berakhir, sehingga memberikan efek jera bagi pelanggar.

Baca juga :  Gugah Semangat Milenial, Rai Wirajaya Refleksikan Makna Perjuangan

Sementara, untuk pedagang kaki lima yang tidak memiliki izin, mereka terancam diseret ke pelanggaran Perda Ketertiban Umum. “Tujuannya ini masalah kesehatan semua orang. Jadi, jangan sampai karena oknum penyebaran Covid-19 tambah meluas,” tandasnya. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini