LANGGAR PPKM DARURAT, PEMILIK TOKO HP DIDENDA RP 1 JUTA

0
12
LANGGAR PPKM DARURAT, PEMILIK TOKO HP DIDENDA RP 1 JUTA
DITUTUP – Satpol PP Kota Denpasar menutup toko selular Hoki 13, Jl. Cokroaminoto No.419 Denpasar dan pemiliknya Muhamad Taufik Siregar didenda Rp 1 juta, Selasa (13/7/2021).

Ubung Kaja, DENPOST.id

Tim Yustisi menjatuhkan denda Rp 1 juta ke pemilik toko hand phone (HP) Hoki 13, Muhmad Taufik Siregar, di pos penyekatan Jl. Gunung Galunggung-Jl. Cokroaminoto saat razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa (13/7/2021). Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, toko selular Hoki 13 yang beralamat di Jl. Cokroaminoto No.419  ini merupakan usaha non-esensial yang tidak boleh buka saat PPKM Darurat digelar sampai 20 Juli mendatang.

Namun pemilik toko selular ini membandel padahal dekat dengan lokasi pelaksanaan razia PPKM Darurat, sehingga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Made Bismantara bersama anggota Satpol lainnya menutup toko tersebut. ”Kita menutup usaha nonesensial ini mengacu Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.10 tahun 2021 dan SE Walikota Denpasar No.180 tahun 2021 secara tegas diatur, mana usaha esensial boleh buka dan usaha krtikal boleh buka, terutama penerapan WFH dan WFO tersebut,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  Satpol PP Tertibkan Belasan Pedagang Buah di Jl. By-pass Ngurah Rai 

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya bersama tim tidak memberikan toleransi bagi usaha non-esensial yang masih buka saat pelaksanaan PKM Darurat. Pasalnya, usaha non-esensial ini dapat mengundang kerumunan sehingga berpotensi menyebarkan virus corona.

Selain menjatuhkan denda kepada pemilik toko selular Hoki 13, lanjut Anom Sayoga, pihaknya mendenda lima warga tanpa masker. Kelima orang ini yakni Reno Anggara, Fedrik Setyawan, I Komang Suma Ariana, Ketut Gede Darmawan dan Wendi. Mereka didenda masing-masing Rp 100 ribu. “Sanksi denda yang diberikan kepada masyarakat untuk memberi efek jera agar bisa lebih cepat memulihkan penyebaran virus corona. Sanksi denda ini juga untuk menekan mobilitas penduduk luar yang masuk Kota Denpasar tanpa melengkapi diri dengan surat keterangan (suket) jalan, surat hasil rapid tes negatif dan tempat yang dituju harus jelas,’’ paparnya.

Baca juga :  Pendaftaran PPDB di Denpasar, SMPN 1 Siagakan Ini

Dia mengajak seluruh lapisan masarakat dan pelaku usaha nonesensial agar mematuhi aturan yang ada. ”Kami berharap seluruh elemen masyarakat disiplin protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah sehingga kita bisa lebih cepat bebas dari lingkaran penyebaran virus corona,” pungkasnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini