Posting Status Jelek-jelekkan Pemerintah di Sidak PPKM Darurat, Pemilik Toko HP Diamankan

picsart 07 13 06.02.41
KLARIFIKASI - Muhammad Armyliansyah Rahmani alias Army (27) membuat klarifikasi dihadapan petugas di Mapolres Klungkung, Selasa (13/7/2021)

Semarapura, DENPOST.id

Gara-gara melakukan tindak pidana ujaran kebencian melalui media sosial WhatsApp, salah seorang warga bernama Muhammad Armyliansyah Rahmani alias Army (27) diamankan anggota Sat Reskrim Polres Klungkung, Senin (12/7/2021).

Lelaki yang beralamat di Jalan Werkudara, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin ini diamankan petugas, setelah membuat status yang menjelekkan kegiatan petugas gabungan yang melakukan operasi terkait PPKM Darurat di toko HP miliknya di Jalan Raya Gunaksa, Dusun Lekok, Desa Sampalan Klod, Kecamatan Dawan, Sabtu (10/7/2021).

Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, ketika dikonfirmasi, Selasa (13/7/2021) mengakui telah mengamankan salah seorang warga yang melakukan tindak pidana ujaran kebencian. Namun Ario Seno membantah melakukan penangkapan terhadap pelaku (Army) di toko HP miliknya di Jalan Raya Gunaksa. “Kita bukan tangkap, tapi kita undang datang untuk berikan undangan klarifikasi terkait status yang dibuatnya di WA story yang menjelekkan pemerintah dan institusi,” ungkap Ario Seno.

Menurut Ario Seno, kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat terkait adanya postingan status WhatsApp dari akun WhatsApp atas nama akun ARMY HP. Akun tersebut, memosting satu buah gambar petugas kepolisian yang sedang bertugas dalam pose berjalan yang membelakangi kamera dengan kata-kata ” Wkk lucu, toko saya yang didatangi ramai polisi, tentara dan lain-lain, mulai besok tidak boleh buka sampai tanggal 20, cing gmn saya nyari uang untuk hidup, gmn cara saya bayar gaji karyawan, sumpah emg negeri bangsat, cai pemerintah nu maan gajih walaupun PPKM cng sbgt rakyat kengken? Takon petugas maaf niki tyg cuma menjalankan printah, tain cicing takon cg engken solusi utk cg, jwb ne tyg ten bise ngomong napi, bojog cai”.

Baca juga :  Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Penumpang di Gilimanuk Dirujuk ke Denpasar

Postingan inipun kemudian ditindaklanjuti anggota Sat Reskrim Polres Klungkung, dengan mengamankan pelaku di toko HP-nya pada, Senin (12/7/2021) sekitar pukul 10.00 Wita. Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti sebuah HP dan screenshot postingan. Karena diduga melakukan ujaran kebencian dan melanggar pasal 28 ayat (2) Jo Asal45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan atau 76d Jo Pasal 81 ayat (1) dan/atau pasal 14 ayat (2) Jo pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946, dan atau pasal 207 KUHP.

Baca juga :  DPO Polres Banjarnegara Diringkus Aparat Polres Klungkung

Namun dalam kasus ini, petugas tidak melakukan penahanan terhadap pelaku. Karena setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif di ruang Reskrim, pelaku mengakui dan menyadari perbuatannya yang melanggar hukum. Di samping itu, pelaku juga sudah meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

“Kami tidak hukum, hanya memintanya buat klarifikasi terhadap statusnya yang dia buat. Tapi dengan kejadian ini, Kapolres mengimbau hal ini menjadi pelajaran bagi masyarakat semua,” tegas Ario Seno. (119)

Baca juga :  Truk Engkel Terjun ke Tukad Jinah, Tujuh Orang Luka-luka dan Sopir Meninggal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini