Warga Diminta Tak ke Puskesmas, Layanan Vaksinasi Dipecah ke Desa

Warga Diminta Tak ke Puskesmas, Layanan Vaksinasi Dipecah ke Desa
VAKSINASI - Suasana vaksinasi di Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.

Peguyangan Kangin, DENPOST.id

Antusias masyarakat di Kota Denpasar untuk menjalani vaksinasi cukup tinggi. Kondisi itu membuat layanan-layanan vaksinasi didatangi banyak orang setiap harinya, salah satunya di Puskesmas Denut III.

Mencegah potensi penularan Covid-19 dari aktivitas itu, Puskesmas Denut III memecah layanan vaksinasi ke tingkat desa. Itu dikatakan Kepala Puskesmas Denut III, dr. I Wayan Edi Wirawan, saat meninjau vaksinasi di Kantor Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Kamis (15/7/2021).

Baca juga :  Tak Hanya Tangani Bencana Alam, BPBD Bangli Juga Ikut Tanggulangi Covid-19

“Ya, kami imbau agar masyarakat tidak ke puskesmas. Kami menerapkan antrean online. Ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, jadi lebih dekat. Di puskesmas, kami kan juga melayani orang sakit, ruangan kami juga terbatas,” ujarnya.

Untuk antrean online, meliputi pasien yang berobat dan vaksin, kuota yang mampu disediakan Puskesmas Denut III hanya 130 per hari. Pihaknya juga melayani vaksinasi anak usia 12 tahun sampai 17 tahun, sedangkan tempat vaksin terbilang kecil.

Baca juga :  Kota Denpasar Akan Hadapi Masalah Besar Sampah

Vaksinasi di Peguyangan Kangin merupakan kegiatan ke delapan yang digelar Puskesmas Denut III. Menurut Edi, vaksinasi di tingkat desa adalah solusi untuk mencegah potensi penularan Covid-19 dari kerumunan vaksinasi.

Kepala Desa Peguyangan Kangin, Wayan Susila, mengatakan, vaksinasi ini merupakan kali kedua. Pertama kali dilakukan terhadap 600 warga yang berdomisili di Peguyangan Kangin. Sedangkan pada hari kedua ini, menyasar 800 warga.

Baca juga :  Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Terkendala Pelindung Wajah

Dikatakan pula, pihaknya pernah melakukan vaksinasi berbasis banjar atau dusun, namun tidak efektif karena warga enggan divaksin.

Kondisi itu tidak lepas karena warga dicemaskan oleh informasi hoaks tentang vaksinasi. “Dari 2.000 sasaran, paling kami bisa vaksin 400 orang saja. Jadi kami sediakan di tingkat desa, dibantu dari nakes Puskesmas dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar,” pungkasnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini