Puluhan Toko di Denpasar Ditutup Tim Gabungan

Puluhan Toko di Denpasar Ditutup Tim Gabungan
DITUTUP – Tim gabungan menutup usaha nonesensial yang buka saat razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kamis (15/7/2021).

Padangsambian, DENPOST.id

Tim gabungan menutup puluhan toko non-esensial yang buka dan melanggar saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kamis (15/7/2021). Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, dari 174 usaha non-esensial yang disidak Kamis pagi, 30 toko di antaranya ditutup karena melanggar SE Gubernur Bali No. 10/2021 dan SE Walikota Denpasar No. 180/2021. Usaha non-esensial ini sebelumnya sudah diwanti-wanti agar menutup sementara tokonya selama PPKM Darurat. Namun pemilik usaha ini tetap membandel buka.

Baca juga :  Dewan Dorong Satgas Desa Adat Diberi Dana APBD

”Pemilik usaha ini kami proses lewat tindak pidana ringan (tipring) guna memberi efek jera agar tidak melakukan kesalahan keduakalinya,’’ kata Anom Sayoga.

Dijelaskannya, usaha yang diperbolehkan buka selama PPKM Darurat adalah usaha esensial dan usaha kritikal, tapi harus tetap ada pengaturan work from home (WFO) dan work from office (WFO) bagi pegawianya. “Kalau rumah makan dan restoran boleh buka, tapi hanya boleh delivery, tidak boleh makan di tempat. Ini untuk menghindari kerumunan. Kalau sampai ada rumah makan atau angkringan melayani makan di tempat akan ditindak dan langsung diproses sekaligus didenda Rp 1 juta,” tegansya.

Anom Sayoga meminta semua usaha agar mamtuhi aturan yang ada untuk bersama-sama mencegah penularan korona virus. Anom Sayoga menegaskan, pihaknya bersama tim tidak memberikan toleransi bagi usaha non-esensial yang masih buka saat pelaksanaan PKM Darurat. Sebab, usaha non-esensial ini dapat berpotensi menyebarkan korona virus. Apalagi di Denpasar angka positif Covid-19 terus meningkat.

Baca juga :  Tanpa Masker, Dua Turis Rusia Didenda Tim Yustisi

”Kami menindak tegas sekaligus menutup usaha non esensial yang membandel bukan semata-mata mencari kesalahan. Tapi apa yang dilakukan menjalankan perintah aturan. Kami tahu semua masyarakat dan pengusaha mengalami cobaan di masa pendemi Covid-19. Tapi mari untuk sementara kita ikuti aturan demi kebaikan bersama. Mari bersabar dan ikuti aturan,’’ imbaunya.  (103).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini