DPRD Dorong Bangun Portal di Tiap Pintu Keluar Karangasem

DPRD Dorong Bangun Portal di Tiap Pintu Keluar Karangasem
GALIAN C – Salah satu Galian C di Karangasem. Untuk memaksimalkan pendapatan pajak Galian C, Dewan dorong bangun portal tambahan.

Amlapura, DENPOST.id

Pemerintah Kabupaten Karangasem kini tengah memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Galian C. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 hanya sektor ini yang dapat diandalkan. Terkait ini, Bupati Karangasem, I Gede Dana, sejak awal menjabat mulai merancang berbagai strategi dalam menekan kebocoran pajak Galian C. Salah satunya memperketat pengawasan portal pungutan pajak.

Kendati telah dilakukan upaya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem, I Wayan Suastika, mengungkapkan, di tengah upaya Pemkab Karangasem memperketat, masih saja ada truk yang lolos pajak. Karenanya menurut Suastika perlu adanya pembanguan pos portal tambahan. Khususnya yang ditempatkan di pintu keluar Karangasem, seperti Kawasan Yeh Malet, Pesaban atau Desa Pempatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bangli. “Ini untuk menekan kebocoran,” tegasnya.

Baca juga :  Polisi Bagikan Masker dan Cek Kesehatan Penumpang di Pelabuhan Padangbai 

Lebih lanjut Suastika mengatakan, data dari Pemkab Karangasem, tiap harinya ada 1.200 truk yang dipunguti pajak. Sedangkan penyampaian eksekutif, jumlah truk per hari  yang keluar dari Karangasem mencapai 1.800-2.000. “Dari sini, menurut saya pembanguan portal di tiap pintu keluar Karangasem penting dibangun,” ujarnya.

Tak hanya perihal perlu portal tambahan, ia juga berharap kepada para pengusaha agar kooperatif. Khususnya ikut taat membayar pajak untuk dapat membangun Karangasem. “Terima kasih kepada para pengusaha Galian C karena di masa pandemi masih mampu menyumbang pajaknya ke Pemkab Karangasem. Kami berharap agar seluruhnya ikut sama-sama membangun Karangasem lewat taat pajak,” pungkasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Resmikan Gedung MDA Karangasem

Sebelumnya, upaya memperketat pengawasan portal mulai menunjukkan hasil di triwulan kedua. Saat Pemkab menarget penerimaan pajak sebesar Rp 15.575.000.000, justru terealisasi sebesar  Rp 19.480.639.250 atau terlampaui sebesar Rp 3.905.639.250. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini