Antisipasi Lonjakan Covid-19, Klungkung Masih Siapkan Isolasi di Hotel

picsart 07 15 07.18.50
BAHAS COVID - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, bersama tim membahas penanganan Covid-19 di ruang Praja Mandala, Kamis (15/7/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Melonjaknya kasus Covid-19 di Klungkung, mendapat perhatian serius Bupati Nyoman Suwirta. Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Suwirta bersama Sekda I Gede Putu Winastra, langsung menggelar rapat dengan tim Satgas di ruang Praja Mandala Kantor Bupati, Kamis (15/7/2021).

Rapat tersebut, dilakukan untuk membahas tentang isolasi mandiri warga jika terjadi lonjakan luar biasa kasus Covid-19 di Kabupaten Klungkung.

Terlebih dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Made Adi Swapatni, jumlah kasus Covid-19 di Klungkung terus mengalami peningkatan. Namun, peningkatan tersebut dinilai belum secara luar biasa. Karena hingga saat ini kasus terkonfirmasi yang masih dalam perawatan berjumlah 126 orang.

Sementara total jumlah kasus secara kumulatif berjumlah 1.974 orang. Sedangkan yang sembuh sebanyak 1.764 orang dan meninggal 84 orang.

Baca juga :  Puluhan Kerabat Mantan Pejabat di Klungkung Diswab, Satu Orang Guru Reaktif Rapid Test

“Pasien Covid-19 yang sedang perawatan di RS berjumlah 27 orang, yang sedang menjalani karantina terpusat di hotel berjumlah 43 orang. Sedangkan yang sedang menjalani karantina mandiri sebanyak 56 orang,” ungkap dr. Made Adi Swapatni.

Senada dengan kadiskes, Suwirta juga mengatakan kalau lonjakan kasus Covid-19 di Klungkung masih belum tinggi. Tempat penampungan terpusat, yakni di hotel juga dikatakan masih bisa menampung, sehingga isolasi masih akan tetap dilakukan terpusat di hotel. Dengan penampungan dilakukan di hotel, maka pengawasan akan bisa dilakukan lebih maksimal.

Baca juga :  Bagikan Status Bernada Menantang, Kadus Uma Anyar Lepas Ini

“Jika terjadi lonjakan kasus yang luar biasa maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan isolasi di tempat. Tapi untuk saat ini kita fokus ke isolasi di hotel dan meningkatkan sasaran vaksinasi,” ujar Suwirta. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini