PPKM Darurat, Omzet Pedagang Kian Anjlok

PPKM Darurat, Omzet Pedagang Kian Anjlok
IKUT ATURAN – Meski pendapatan anjlok, seorang pedagang soto ayam, Mbah Sutrisno (70) mengaku tetap mengikuti aturan PPKM Darurat dengan tidak menerima pelanggan yang ingin makan di tempat dan jam buka dibatasi.

Negara, DENPOST.id

Di masa pandemi Covid-19, semua sektor terdampak. Tidak hanya pariwisata, pedagang kaki lima dan pedagang kecil lainnya juga terimbas. Apalagi sejak  pemberlakuan PPKM Darurat. Para pedagang kecil semakin megap-megap. Di tengah berkurangnya pembeli, jam buka juga dibatasi. Seperti yang dirasakan para pedagang di Negara, Jembrana. Mereka kini harus tutup lapak pukul 20.00.

Seorang pedagang soto ayam, Mbah Sutrisno (70), mengaku hanya bisa pasrah. Pria yang tinggal di Ketugtug, Loloan Timur, Kecamatan Negara ini mengaku omzetnya turun sampai 50 persen sejak pandemi. “Ya sangat terasa dampaknya. Apalagi sekarang, sangat sepi. Tapi ya bagaimana lagi, hanya begini usaha saya,” ucap Mbah Sutrisno yang sudah berjualan di areal parkir Pasar Negara sejak tahun 1981. Sedangkan istrinya berjualan di Pasar Senggol Negara.

Baca juga :  Abrasi Rusak Krib Pantai di Delod Berawah

Sejak pemberlakuan PPKM Darurat, Mbah Sutriano tidak lagi melayani makan di tempat melainkan dibungkus. Agar tidak banyak merugi, bahan soto yang dibuat juga tidak banyak. “Karena sepi ya volume yang dibuat juga saya kurangi setengahnya. Agar jualan saja. Agar tidak bengong di rumah,” katanya.

Sejak Covid-19 melanda, Mbah Sutrisno dalam berjualan juga menerapkan prokes. Apalagi usianya kian lanjut, sehingga dia sangat memperhatikan kesehatannya.

Sementara di dalam Pasar Senggol Negara, dari pengamatan Kamis (17/7/2021) sore, tepatnya di depan Mapolres Jembrana, sejumlah pedagang sejak PPKM Darurat memilih tidak berjualan. Terutama yang berjualan mainan anak-anak dan perabotan. “Lebih banyak yang berjualan makanan. Itu juga jumlahnya tidak seperti biasa. Kami berjualan dari sore hingga pukul 20.00. Kami juga tidak melayani makan di tempat,” kata Bu Ani, seorang pedagang lalapan.

Baca juga :  Bocah Tenggelam Akhirnya Ditemukan

Dia mengaku omzetnya juga sangat jauh berkurang dari situasi normal, bahkan anjlok sampai 80 persen. Namun dia mengaku tidak bisa berbuat banyak, megingat situasi pandemic seperti saat ini. “Ya mau tidak mau kami harus ikut aturan,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian kepada para pedagang di Pasar Senggol Negara, Polres Jembrana memberikan bantuan sembako kepada sejumlah pedagang pada Kamis malam sebelum mereka menutup lapak. Pemberian sembako ini dilakukan guna meringankan beban para pedagang yang terdampak PPKM Darurat yang mana para pedagang tidak diperbolehkan menerima pelanggan untuk makan di tempat.

Waka Polres Jembrana, Kompol Marzel Doni, mengatakan, sejak diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, pendapatan para pedagang turun drastis. “Selain jam buka yang terbatas, mereka juga tidak diperbolehkan menerima pelanggan makan di tempat. Sebagai bentuk kepedulian isntitusi Polri, kami memberikan sedikit bantuan kepada para pedagang, mudah-mudahan bermanfaat,“ ujarnya.

Baca juga :  Diduga Frustrasi, IRT Gantung Diri

Lebih lanjut Marzel mengatakan, selain memberikan bantuan berupa sembako, dalam kesempatan tersebut pihaknya  juga mengimbau kepada para pedagang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Dalam pelaksanaan PPKM darurat seluruh kegiatan masyarakat dibatasi sampai dengan pukul 20.00 Wita. Mari kita taati bersama guna menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Atas bantuan yang diberikan aparat Polres Jembrana, para pedagang menyampaikan terima kasih dan menyatakan akan mengikuti semua aturan selama PPKM darurat ini. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini