Penyekatan Dinilai Merepotkan dan Kurang Efektif

0
9
picsart 07 07 02.23.05
POS SEKAT - Pos sekat di wilayah Pancasari, Buleleng. DENPOST.id/dok

Singaraja, DENPOST.id

Penyekatan yang dilakukan di sejumlah titik di Buleleng dinilai merepotkan warga Buleleng yang mau bekerja ke Denpasar. Selain itu, penyekatan ini juga dinilai kurang efektif kalau tujuannya untuk menekan laju penyebaran Covid-19. “Cukup merepotkan, karena harus tanya sana-sini sebelum pulang ke Buleleng,” ucap Istacy Rosree (25) yang saat ini bekerja di bidang jasa keuangan di Denpasar.

Istacy pun mengaku pulang pergi Singaraja-Denpasar lantaran kerja dan saat ini kena WFH 50%. “Di kantor kita dibagi untuk masuk kerja karena kebijakan PPKM. Saya dapat kerja hari Rabu dan Kamis,” imbuhnya. Harapannya, penyekatan sebaiknya tak terlalu digawatkan. Pasalnya, saat dia lewat justru tidak ada petugas yang jaga sehingga terlihat sebatas seremonial kala pejabat sidak.

Baca juga :  Hilang Berburu Ikan Dengan Tombak, Astawan Belum Ditemukan

Sementara itu, Nyoman Andayasa alias Handa Malaka (50) yang bekerja di bidang seni dan pariwisata mengaku tak bisa berbuat apa dengan kebijakan PPKM berupa penyekatan ini. “Terus terang, saya sampai mencari surat jalan dari Kelurahan Benoa untuk bisa pulang ke Buleleng,” ucap warga Lingkungan Ketewel, Kelurahan Penarukan itu.

Handa mengaku bolak-balik Singaraja-Denpasar karena tuntutan perut, lantaran dia kerap mengisi acara hiburan (menyanyi) di Denpasar selain bekerja sebagai pemandu wisata. Harapannya, kebijakan penyekatan ditinjau ulang agar masyarakat yang benar-benar perlu ke Singaraja- Denpasar untuk bekerja tidak dibuat ruwet. (118)

Baca juga :  Dewan Buleleng Dorong Pengadaan Anggaran Pemulangan Jenazah Masyarakat Miskin

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini