Warga Paling Terdampak PPKM Darurat Segera Terima BST Rp 300 Ribu

Warga Paling Terdampak PPKM Darurat Segera Terima BST Rp 300 Ribu
RAPAT - Sekda Adi Arnawa saat memimpin Rapat Pencairan BST, di ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Jumat (16/7/2021).

Mangupura, DENPOST.id

Kebijakan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, membawa angin segar bagi masyarakat Badung yang saat ini tengah berjuang di tengah PPKM Darurat. “Pemkab Badung akan segera mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat yang paling terdampak Covid-19. Ini merupakan komitmen Bupati Giri Prasta di tengah pandemi dengan memberikan BST,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat memimpin Rapat Pencairan BST, di ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Jumat (16/7/2021).

Adi Arnawa mengatakan, sesuai dengan kebijakan Bupati terkait pencairan BST yang akan diberikan kepada masyarakat Badung, yang paling terdampak harus dilaksanakan secara bersama-sama. “Ini harus benar dan jelas dan dapat dirasakan bagi yang menerima nantinya. Perlu saya tegaskan disini penyaluran BST ini agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Bantuan pusat yang sudah dicairkan dan dilaksanakan dan jangan sampai ada penerimaan ganda, agar tidak ada temuan dari BPKP maupun BPK nantinya,” tegas Sekda.

Baca juga :  Sempat Vakum, Badung Kembali Bangkitkan Bank Sampah

Ditambahkan sesuai dengan kebijakan tersebut baik Kepala Desa Dari Kelurahan dan para camat serta dinas terkait untuk dapat memberikan data KK yang akurat bagi mereka yang pantas dan berhak untuk menerima bantuan ini. Untuk itu masyarakat Badung mesti berbangga dengan kebijakan dari Bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, ditengah pandemi yang terus bergejolak yang tidak diketahui kapan akan berakhir, pemerintah masih dapat memberikan bantuan kepada masyarakatnya. “Terkait dengan besarannya nanti akan diberikan Rp. 300 ribu per KK, rencananya hari Senin 19 Juli nanti Bapak Bupati Badung akan menyerahkan BST tersebut secara simbolis kepada masyarakat. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita semua bisa hidup normal seperti dulu lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Sosial I Ketut Sudarsana mengatakan, kebijakan Bupati harus dijalankan. Dia berharap seluruh dinas terkait dan para camat, lurah dan desa agar turut membantu dan dapat memberikan data yang benar-benar valid untuk memastikan kepada siapa dan siapa saja yang harus menerima BST ini. “Kami tidak ingin ada kesalahan dalam penyaluran BST ini kepada masyarakat kita yang paling terdampak Covid-19 di Badung,” ujarnya.

Baca juga :  Kebutuhan Oksigen di RSD Mangusada Mulai Stabil

Kepala Inspektorat Badung yang juga plt. BPKAD Badung, Luh Putu Suryaniti, menambahkan, diperlukan kehati-hatian dalam penyaluran BST ini. “Kita tidak ingin penyerahan BST ini nantinya menjadi masalah bagi kita semua dan penyaluran BST kepada masyarakat Badung ini tidak ada penerima ganda. Di mana mereka sudah dapat bantuan sosial lainnya dari pusat tapi masih dan terdaftar menerima BST dari pemerintah daerah. Maka dari itu kami mengajak semua pihak yang terlibat dan dinas terkait di Kabupaten Badung harus benar-benar menjaring masyarakat Badung yang berhak menerima BST ini agar di kemudian hari tidak menjadi temuan BPKP maupun BPK,” pungkasnya. (a/115)

Baca juga :  ASN Mulai Ngantor, Fasilitas Cuci Tangan di Pemkab Badung Belum Memadai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini