Batal Gunakan Hotel, Buleleng Siapkan Dua Asrama Sekolah untuk Isolasi Terpusat

picsart 07 18 05.07.59
ISOLASI TERPUSAT - Sekda Gede Suyasa, saat meninjau asrama SMA Bali Mandara untuk tempat isolasi terpusat.

Singaraja, DENPOST.id

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng, batal menggunakan hotel sebagai tempat isolasi terpusat. Sebagai gantinya, tengah disiapkan dua asrama sekolah SMA/SMK Negeri Bali Mandara dan SMA Taruna Mandara.

Demikian disampaikan Bupati yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana, saat dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021).

Agus Suradnyana menjelaskan ada hotel yang telah menyatakan kesiapannya pada saat rapat koordinasi (rakor) dengan pihak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng. Tapi setelahnya, keyakinan hotel tersebut hilang dan membatalkan kesediaannya digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. Oleh karena itu, tengah disiapkan asrama siswa di SMA/SMK Negeri Bali Mandara di Desa/Kecamatan Kubutambahan dan juga penjajagan dilakukan dengan SMA Taruna Mandara yang ada di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.

“Karena jumlah yang terkonfirmasi cukup banyak per harinya kita harus siapkan alternatif tempat isolasi terpusat,” jelasnya.

Baca juga :  Tak Lagi Jabat Dirum Tirta Mangutama, Eka Dewi Tekuni Ini

Dengan begitu, hotel sudah tidak menjadi alternatif lagi untuk tempat isolasi terpusat. Sekda Provinsi Bali sebagai yang berwenang terhadap SMA/SMK Negeri Bali Mandara juga telah menawarkan asrama sekolah tersebut, sebagai tempat isolasi terpusat. Untuk opsi hotel di Denpasar juga tidak memungkinkan. “Penjajagan juga dilakukan terhadap yayasan yang menaungi SMA Taruna Mandara yang disiapkan jika asrama di SMA/SMK Bali Mandara penuh,” ucap Agus Suradnyana.

Baca juga :  Sepekan PPKM Darurat, Tim Gabungan Tindak Ratusan Pelanggar

Sementara Sekda yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa menyebutkan secara lisan koordinasi telah dilakukan dengan Sekda Provinsi Bali. Hasil koordinasi tersebut, Sekda Provinsi Bali sudah menyetujui dan dipersilahkan untuk menggunakan asrama siswa SMA/SMK Bali Mandara. Jika dipergunakan, dalam kondisi normal kapasitasnya 400 tempat tidur.

Dikarenakan ini untuk menampung pasien Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG), skema awal digunakan hanya 50 persen, sehingga ada 200 tempat tidur yang bisa digunakan untuk menampung OTG. Ditambah dengan asrama mahasiswa Undiksha sudah 360 tempat tidur. “Kalau lebih mendesak lagi, di Bali Mandara masih bisa menambah 50-100 tempat tidur lagi. Dengan mengatur jarak masing masing sehingga kapasitasnya tidak penuh 100 persen. Dengan kapasitas maksimum yang digunakan 75 persen,” sebutnya. (118)

Baca juga :  Rombongan Atlet PON Bali Jalani Karantina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini