Isolasi Terpadu, Makanan Pasien Korona Ditanggung Sendiri

picsart 07 18 06.42.31
UJI SWAB - Pengambilan uji usap (Swab) pada salah seorang warga di Bangli, yang anggota keluarganya terpapar Korona, beberapa waktu lalu.

Bangli, DENPOST.id

Kian merebaknya penyebaran kasus Covid-19 dengan kian bertambahnya kasus baru tiap harinya, membuat unit layanan kesehatan seperti rumah sakit dan lainnya overload. Sebagai antisipasi kemungkinan membludaknya jumlah pasien baru yang terpapar Covid-19,
Pemkab Bangli telah menetapkan SKB Kayuambua, Susut, dipergunakan sebagai tempat isolasi terpadu untuk penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli.

Ironisnya untuk makan dan minum justru dibebankan kepada pasien (pihak keluarga) yang menjalani isolasi tersebut.

Baca juga :  Persiapan Zona Hijau, Tujuh Desa di Bangli Disasar Vaksinasi

Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa menerangkan per 15 Juli 2021, sejatinya Ketua Satgas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta telah mengeluarkan Surat Edaran untuk dilaksanakan penanganan pola terpadu. “Bahwa Isolasi di Bangli dibagi menjadi dua pola, yaitu pola desa dan pola terpadu,” jelasnya dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021).

Pola desa, lanjut dia, pengawasan dilaksanakan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas bersama Satgas Gotong Royong Desa, serta tenaga medisnya dari puskesmas. “Sedangkan untuk yang di kabupaten, koordinatornya Kepala BPBD. Dinas Kesehatan, unsur Kodim, unsur Polres, Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Untuk penempatan tempat terpadunya di kabupaten berada di SKB Kayuambua dengan kapasitas 40 tempat tidur,” bebernya.

Baca juga :  Dewan Badung Terima Aspirasi Masyarakat Masalah Hasil Pilkel Angantaka

SOP sementara yang dibuat saat itu, untuk yang di SKB hanya disediakan tempat tidur dan MCK saja. Sedangkan untuk makan dan lain sebagainya menjadi tanggungjawab pasien masing-masing. Misalnya untuk makan, bisa dibawakan oleh pihak keluarga. Hanya saja, terkait teknis pengiriman makanan tersebut belum diketahuinya secara detail. “SOP belum sih, saya belum tanya kepada BPBD untuk teknis pengiriman makanannya,” sebutnya.

Apa tidak akan kelaparan nanti mereka terutama jika keluarganya jauh? “Makanya nanti akan discerning oleh puskemas. Mereka yang akan memilah nanti, boleh tidaknya diisolasi ke SKB. Ini belum final,” akunya. (128)

Baca juga :  APD Lengkap Minim, Bangli Harapkan Bantuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini