Pasien Covid-19 Meninggal di Jembrana Meningkat, Ini Faktanya

Pasien Covid-19 Meninggal di Jembrana Meningkat, Ini Faktanya
PEMAKAMAN - Pemakaman jenazah salah satu pasien dari Desa Melaya yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Negara, DENPOST.id

Pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 sepekan terakhir meningkat bahkan beruntun. Di Jembrana, rata-rata pasien meninggal  sampai 3 orang sehari. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengungkapkan sebuah fakta bahwa pasien meninggal akibat Covid-19 di Jembrana sebagian besar belum menerima vaksin.

Dari data yang dipegangnya, sejak 23 juni 2021 hingga 18 Juli 2021 sebanyak 23 orang warga Jembrana meninggal terkonfirmasi Covid-19. 22 orang di antara yang meninggal itu belum mendapatkan vaksinasi atau sebanyak 95,6  persen. Sementara sisanya 1 orang sudah vaksin namun hanya dosis pertama.

“Dari data itu menunjukkan bahwa sebagian besar yang meninggal itu belum sempat divaksin sama sekali. Artinya efektivitas vaksin dapat dibuktikan. Sangat berat risiko kalau belum divaksin” kata Tamba usai menyerahkan daging kurban secara terbatas di Mesjid Raya Jembrana , Senin (19/7/2021).

Tamba  mengimbau agar masyarakat Jembrana  segera mengikuti program vaksinasi. Ia menyebut, saat ini  penyebaran korona virus semakin melonjak sehingga beberapa kebijakan diambil pemerintah salah satunya pemberlakuan PPKM darurat.

Baca juga :  Positif Covid-19 di Jembrana Bertambah Satu Orang

Dia mengajak  masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan prokes 6M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi. “Kembali saya ingatkan, yang belum vaksin segera ikuti vaksinasi. Jangan sampai  vaksin saja tidak mau padahal sudah disediakan secara gratis. Ini demi kesehatan kita bersama,” jelasnya.

Tamba juga mengingatkan, akibat lonjakan kasus, ruang-ruang perawatan di rumah sakit, puskesmas maupun hotel sebagai perawatan karantina nyaris penuh. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya tenaga medis. “Banyak juga dari  mereka yang sakit dan kelelahan. Kalau rumah sakit kita penuh, hotel penuh dan nakes juga kita terbatas, kita kita atau saudara kita ada yang sakit, siapa yang akan merawat? Maka itu jangan berkerumun dulu, ini lebih ringan dibandingkan kalau ada keluarga kita sakit karena yang kita hadapi adalah virus,” papar Tamba.

Baca juga :  Sidak, Ditemukan Pendatang Bawa Suket Kadaluwarsa

Sementara itu, dari data yang disampaikan  Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr. I Gusti  Bagus Ketut Oka Parwatha, saat ini capaian vaksinasi di Jembrana untuk dosis 1 sebanyak 84, 68 %. Dengan target waktu tersisa 8 hari kerja, masih ada sisa  sasaran belum vaksin dosis 1 sebanyak 35.335 orang.

Senada dengan Bupati, Ia juga menyampaikan ajakan agar  masyarakat Jembrana mau mengikuti vaksinasi. “Dari 23 yg meninggal, hanya satu orang yang sudah vaksin, itupun baru dosis pertama. Kalau sudah divaksin lengkap, walaupun  terpapar Covid-19, akan lebih cepat kembali sehat dan sangat  kecil bisa menjadi buruk/meninggal,” kata Parwata. (120)

Baca juga :  Jatuh dari Banana Boat, Turis Malaysia Meninggal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini