H-1 Idul Adha, Pemudik Antre Nyeberang di Gilimanuk

H-1 Idul Adha, Pemudik Antre Nyeberang di Gilimanuk
ANTRE - Antrean pemudik di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk menjelang Hari Raya Idul Adha.

Negara, DENPOST.id

Adanya larangan menyeberang bagi kendaraan non-logistik, sepeda motor dan penumpang pejalan kaki mulai pukul 20.00 sampai pukul 08.00, rupanya tidak menyurutkan niat warga pendatang dari Jawa untuk mudik. Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemudik mulai meninggalkan Bali. Saat PPKM Darurat ditetapkan, jumlah pemudik memang turun drastis. Namun begitu tampak jelas terjadi peningkatan kendaraan yang akan menyeberang lewat Pelabuhan Gilimanuk pada H-1 Idul Adha, Senin (19/7/2021).

Terlihat penumpukan kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Para pemudik berdatangan sejak Minggu (18/7/2021) malam. Mereka menggunakan sepeda motor, mobil pribadi juga beberapa ada yang menumpang bus dan travel. Mereka rela menunggu sampai penyeberangan dibuka, asal bisa mudik.

Baca juga :  Penerapan Prokes di Jembrana Diminta Diperketat

Sebagian pemudik ada yang menunggu di emperan pertokoan dan di terminal manuver. Selain di depan pintu masuk pelabuhan, penumpukan juga terjadi di tempat uji cepat (rapid test). Warga yang menyeberang diharuskan menunjukkan surat rapid test antigen negatif, surat vaksin dan kelengkapan lainnya kepada petugas kepolisian.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, saat dimintai konfirmasi mengatakan, antrean di depan pintu masuk pelabuhan itu terjadi karena pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) datang lebih awal sehingga harus menunggu oprasional pelabuhan dibuka.

Baca juga :  Begini Kesaksian Ardiantoro Sebelum KMP Dharma Rucitra III Miring

Menurutnya, jumlah pemudik tidak banyak. Dari hasil pantauannya melalui CCTV di Gilimanuk yang link ke Polres Jembrana, sejak pembatasan waktu bagi penyeberangan non-logistik di masa PPKM darurat ini, jumlah PPDN yang keluar-masuk Bali menjelang Idul Adha  menurun signifikan. “Rata-rata sehari ada 1.900 sampai 2.100 orang. Ini terjadi sejak diberlakukannya larangan menyeberang kendaraan non-logistik di malam hari,” jelasnya.

Dikatakannya, pemudik yang antre hanya 40-an kendaraan di pintu masuk Gilimanuk.

Sementara itu, terkait pelaksanaan sholat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban di Jembrana, semua harus mengacu pada Surat Edaran Kementerian Agama RI. Hal itu dikatakan Kepala KUA Negara, Taufikki Rahman, saat rapat koordinasi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, di Kantor Camat Negara, Jumat (16/7/2021). Terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, dia mengaku sudah menyosialisasikan kepada seluruh takmir mesjid dan mushola terkait Surat Edaran nomor 17 dan 16 Kementerian Agama RI tahun 2021, di mana pelaksanaan Hari Raya Idul Adha masih dalam PPKM Darurat.

Baca juga :  Gas Motor Nyantol, Kak Gaul Tewas Terlempar ke Sungai Ayung

“Pelaksanaan sholat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban harus mengikuti sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Agama. Kami mendukung semua program pemerintah dan tetap melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan keagamaan khususnya di umat muslim,” jelasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini