Langgar PPKM Darurat, 30 Pemilik Usaha Non-Esensial Diproses Tipiring

picsart 07 20 01.41.44
DITUTUP – Tim yustisi menutup sekaligus proses tipiring usaha non esensial membandel yang buka saat PPKM Darurat.

Ubung Kaja, DENPOST.id

Tim Yustisi Kota Denpasar selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari, 3-19 Juli 2021, memproses 30 pemilik usaha non esensial dan tiga pedagang kaki lima (PKL) yang membandel buka ke tindak pidana ringan (tipiring) ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Kasatpol PP KotaDenpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan pemilik usaha non esensial yang diteribkan saat sidak pagi, siang dan malam sebanyak 204 toko, 30 toko dan tiga PKL diproses ke tipring melanggar Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 10/2021 dan SE Walikota Denpasar Nomor 180/2021. Sedangkan 174 usaha non esensial hanya diberi peringatan.

Baca juga :  K3S Denpasar Siap Distribusikan 10 Ribu Masker ke Pasar

Pemilik usaha di luar usaha kritikal ini dapat mengundang kerumunan pengungjung bisa menyebaran virus Korona. ”Pemilik usaha ini sudah kami proses lewat tipiring dan masing-masing didenda Rp1 juta,’’ ujar Anom Sayoga di sela-sela razia PPKM Darurat di Jl. Gunung Galunggung, Selasa (20/7/2021). (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini