Rekrutmen Perangkat Desa Yangapi Mubazir

picsart 07 20 04.35.51
HASIL SELEKSI - Lampiran hasil seleksi perangkat Desa Yangapi, Tembuku, Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Demi kelancaran segala urusan di desa, sangat penting dibentuk perangkat desa guna membantu tugas dari kepala desa atau perbekel. Sayangnya ketika penjaringan dilakukan, rekomendasi yang diajukan oleh perbekel justru bukan sesuai perangkingan. Kondisi inilah yang terjadi di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli.

Proses rekrutmen perangkat desa di Yangapi terancam mubazir. Sebab,
Perbekel Yangapi tidak mengajukan calon yang notabene mendapat rangking satu. Sebaliknya, dari 10 peserta yang ikut seleksi yang diajukan justru yang rangking 5 dan 10 kepada Camat Tembuku.

Kondisi ini tak ayal menimbulkan protes keras terutama dari peserta yang mendapat rangking diatasnya.

Mengacu berita acara seleksi penetapan calon perangkat dan staf Desa Yangapi, Selasa (29/6/2021), tercatat ada 10 pelamar yang mengikuti proses rekrutmen tersebut. Hasilnya, setelah peserta mengikuti tiga tahapan tes secara kumulatif nilainya juga telah ditentukan termasuk perangkingannya oleh panitia.

Baca juga :  16 Kali Colek Paha, Pria Beristri Dua Dipolisikan

Camat Tembuku, IB Suandi membenarkan pihaknya telah menerima surat permohonan rekomendasi dari Perbekel Yangapi. Hanya saja sampai saat ini, pihaknya belum berani mengeluarkan rekomendasi lantaran calon yang diajukan Perbekel Yangapi tidak sesuai dengan hasil perengkingan.

Kata Suandi, sesuai perda sejatinya proses rekrutmen perangkat desa diwajibkan melakukan uji kompetensi. “Acuan saya, semestinya yang diajukan rangking satu. Namun yang diajukan pak Perbekel Yangapi sesuai list yang saya baca adalah yang rangking 5 dan 10, sehingga dari tim di Kantor Camat Tembuku sudah membalas suratnya itu. Belum sih ada rekomendasi menerima atau menolak,” bebernya, dikonfirmasi, Selasa (21/7/2021).

Baca juga :  Diduga Ada Semburan Belerang, Begini Penampakan Danau Batur

Pihaknya juga mengaku tidak mengerti kenapa Perbekel Yangapi mengajukan rangking 5 dan 10 tersebut untuk direkomendasi. “Kami belum tahu dan dasarnya seperti apa. Sehingga untuk saat ini, kami masih menunggu sikap yang diambil oleh Perbekel Yangapi. Makanya saya kembalikan suratnya itu, biar pak Perbekel Yangapi juga berpikir apa sih dasarnya,” jelasnya.

Dalam hal ini, pihaknya menyarankan Perbekel Yangapi menggelar rapat terlebih dahulu dengan panitia termasuk pihak terkait lainnya. “Keputusan seperti itu, tidak boleh dibuat sendiri. Setidaknya panggil juga pesertanya. Kan percuma juga, kalau penjaringan dilakukan namun tidak dipergunakan,” sebutnya.

Baca juga :  Evaluasi Layanan Pengaduan 24 Jam, Wabup Bangli Sebut Ini

Sementara Kepala Desa Yangapi, Wayan Edi Kurniawan justru mengklaim mempunyai kewenangan tidak harus mengajukan sesuai perengkingan. “Rangking berapa pun diajukan telah mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada. Tentunya sudah melalui berbagai kajian dan pertimbangan” sebutnya.

Namun saat ditanya apa dasarnya, Perbekel Wayan Edi justru berkilah dasarnya akan dijelaskan di kantor camat. “Saya punya alasan sendiri yang akan saya sampaikan kepada camat,” kelitnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini