Tanpa Isolasi Wilayah di Pinggan, Segala Kegiatan Keagamaan dan Fasum Ditutup

picsart 07 21 05.28.18
SEMBAKO ISOMAN - Pemberian paket sembako terhadap warga Desa Pinggan, Kintamani, yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Bangli, DENPOST.id

Pemerintah Kabupaten Bangli atau Satgas Penanganan Covid-19 Bangli, sementara ini tak menerapkan isolasi wilayah terhadap Desa Pinggan, Kintamani. Sebagai gantinya, pihak satgas menerapkan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat dengan menutup sementara semua kegiatan keagamaan dan fasilitas umum di desa itu.

“Dengan munculnya banyak kasus, Desa Pinggan kini masuk zona merah. Sehingga pengetatan wilayah dilakukan sesuai SOP penerapan PPKM Darurat. Yang mana, semua kegiatan keagamaan dan fasilitas umum di desa tersebut ditutup sementara,” tegas Humas Satgas Penangana Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Rabu (21/7/2021).

Baca juga :  Pemkab Buleleng Raih Opini WTP Tujuh Kali Berturut-turut

Yang diijinkan buka, lanjut Dirgayusa, hanya fasilitas makan dan minum saja. Sedangkan untuk akses keluar masuk juga diperketat oleh satgas desa setempat, dan diawasi satgas kecamatan, serta kabupaten.

Disampaikan, pengetatan di wilayah Desa Pinggan akan dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan sampai jumlah kasusnya benar-benar menurun.

Sementara untuk warga yang terkonfirmasi positif dan tidak bergejala (OTG) hanya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan yang bergejala dan sedang sakit dirujuk ke rumah sakit umum. “Hari ini (kemarin) pihak Dinas Kesehatan bersama Satgas telah turun ke desa Pinggan melakukan tracing diperluas,” jelas mantan Camat Kintamani ini.

Baca juga :  Lupa Matikan Kompor, Dapur Terbakar

Sementara dari pihak Polsek Kintamani, Rabu pagi juga membagikan 41 paket sembako terhadap warga Desa Pinggan yang sedang mejalani isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar Covid-19. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini