Stok Oksigen Menipis, RSUD Klungkung Tunda Operasi Berencana

0
8
Selain Obat dan Taat Prokes, Pasien Covid-19 Juga Butuh Hiburan
ISOLASI – Kondisi di Ruang Isolasi RSUD Klungkung beberapa waktu lalu. Bupati Suwirta menginstruksikan agar siaran televisi di ruang-ruang isolasi diganti dengan siaran lawak untuk meningkatkan imun pasien. DENPOST.id/ist

Semarapura, DENPOST.id

Terus bertambahnya pasien Covid-19 membuat pihak RSUD Klungkung harus menghemat oksigen. Pasalnya, jika terus terjadi penambahan pasien Covid-19, maka stok oksigen di rumah sakit terancam habis, Jumat (23/7/2021) subuh. Bahkan, untuk menyiasati agar tidak kehabisan oksigen, pihak RSUD juga terpaksa menunda pelaksanaan operasi yang bersifat berencana.

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, ketika dimintai konfirmasi, Kamis (22/7/2021) mengatakan, rumah sakit telah mendapat 1,5 ton oksigen cair pada Rabu (21/7/2021) malam. Namun jika secara mendadak terjadi peningkatan kasus, maka stok oksigen cair itu dikatakannya hanya bisa bertahan hingga Jumat (23/7/2021) dini hari. Apalagi oksigen tabung yang dimiliki jumlahnya terbatas.

Baca juga :  "Sipeng Desa" Batal, "Pemayuh Jagad" Tetap Dilaksanakan

“Normalnya, minimal setiap tiga hari sekali RSUD akan mendapat suplai oksigen dari Pulau Jawa. Stok itu bisa dimanfaatkan untuk 5 sampai 7 hari. Namun kini, RSUD mendapat suplai oksigen tidak normal, bahkan hanya bertahan untuk satu hari saja,” ungkap Kesuma.

Melihat kondisi demikian, Kesuma mengatakan pihaknya hanya bisa melakukan penghematan. Apalagi, stok yang tersedia hanya oksigen tabung, yang mana lebih cepat habis karena berupa gas. Tidak seperti oksigen cair yang daya tahannya lebih lama. Untuk itu, kini pihak RSUD berhemat oksigen dengan cara rutin melakukan monitoring kepada pasien. “Memastikan, jika ada pasien yang kondisinya sudah membaik, maka bantuan oksigen dapat dihentikan. Demikian juga dengan pasien yang saturasinya sudah normal, maka alat bantu oksigen juga segera dilepas. Konsumsi oksigen normal di RSUD sekitar 562 M³ atau 562.000 liter per hari itu kalau normal. Kalau sekarang dengan adanya kekurangan ini kita lakukan penghematan sampai jadi 500 M³ per hari,” jelasnya.

Baca juga :  Ancam Rumah Warga, BPBD Robohkan Pohon Ketapang di Kemoning

Selain meningkatkan monitoring pasien, RSUD Klungkung juga berhemat oksigen dengan menunda sejumlah operasi yang bersifat terencana. Penundaan tersebut sudah dilakukan sejak Senin (19/7/2021) lalu. Cara tersebut dinilai cukup efektif. Bisa menghemat penggunaan oksigen di ruang operasi yang biasa menghabiskan 15 M³ oksigen untuk operasi selama 4 jam.

Dikatakannya, dalam sehari ada sekitar 10 sampai 15 jadwal operasi terencana yang tertunda. Sedangkan untuk operasi darurat tetap dijalankan. “Antrean operasi dalam 3 hari ini yang ditunda per hari 10-15 operasi. Tapi yang urgent tadi sudah dilakukan. Kalau yang darurat dilakukan tiap hari,” pungkasnya. (119)

Baca juga :  Liar, Proyek Rumah di Jalan Subali akan Dibongkar

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini